Tulisan Langkah Kaki
Sabtu, 17 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
PROFIL MAWLANA SYAIKH NAZIM ADIL AL HAQQANI QS
Posted on 16.21 by Unknown
| No comments
Grand Shaykh Nazim Adil Haqqani merupakan Mursyid ke-40 dalam mata
rantai Thariqah Naqshbandi al-Haqqani, setelah Shaykh Abdullah Faiz
Ad-Daghestani (q), 'Damaskus. Beliau dilahirkan di Larnaka, Cyprus
hari Ahad, pada tanggal 23 April 1922 (28 Sya ban 1340 h). Dari jalur
Ayahnya beliau adalah keturunan dari As Sayyid Shaykh Abdul Qadir Al
Jailani, Qutub Thariqah Qadiriah. Sedangkan dari Ibunya beliau keturunan
dari Mawlana Jalaluddin Rumi, yang juga keturunan dari Hassan-Husein,
cucu Nabi Muhammad SAW.
Profil Al Habib Naufal bin Muhammad Al 'Aydrus
Posted on 16.16 by Unknown
| No comments
Beliau; Habib Naufal bin Muhammad al ‘Aydrus ~ الحبيب نوفل ابن محمّد العيدروس - akrab dipanggil Habib Novel atau Habib Noval - adalah putra pertama pasangan Muhammad al ‘Aydrus dengan Luluk al Habsyi. Ia merupakan alumnus
SD dan SMP di Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro Solo. Lulusan SMAN 2
Solo itu kemudian melanjutkan ke Pesantren Darul Lughah wad Dakwah yang
terletak di Desa Raci, Pasuruan, Jatim.
“Saya sebenarnya ingin melanjutkan ke
perguruan tinggi. Saya tidak mendapatkan izin Ibu. Beliau tidak ingin
saya pergi jauh darinya. Akhirnya saya berangkat ke Pesantren Darul
Lughah wad Dakwah. Pesantren tersebut diasuh oleh almarhum Ustad Hasan
Baharun,” terang suami Fatimah Qonita itu.
Ayahanda Ahmad Anis, Nur’aliyah dan ‘Ali ‘Abdul Qadir
tersebut mengatakan ibunya hanya mengizinkan dirinya belajar di
pesantren tersebut selama enam bulan. Ditambah masa percobaan satu
bulan, akhirnya Habib Novel menjadi santri selama 7 bulan.
Rabu, 14 Mei 2014
BUKTI KEWALIAN
Posted on 09.42 by Unknown
| No comments
Maha Suci Allah Dzat yang tidak menjadikan bukti atas para
waliNya, kecuali bukti itu mengarah padanya (karakteristiknya), dan
Allah swt tidak menyambungkan pada mereka
(mengenalkan pada mereka) kecuali pada orang yang dikehendaki untuk sambung kepadaNya.
Ibnu Athaillah as-Sakandary dalam memasuki ungkapan hikmah ini diawali dengan tasbih kepada Allah Swt, semata karena tiga faktor:
Merasakan keagungan dan kebesaran perkaraNya,
Mengingatkan bahwa para wali Allah itu disucikan melalui penyucianNya.
Merasakan keagungan dan kebesaran perkaraNya,
Mengingatkan bahwa para wali Allah itu disucikan melalui penyucianNya.
Isyarat tidak adanya kesamaan indikator dari ungkapan rasa dan tujuan
ucapan, sebagaimana Allah Swt tidak dikenal kecuali dari yang tampak
dari tindakanNya, begitu juga wali tidak dikenal kecuali dari
sifat-sifatnya yang tampak, juga mengenal wali itu tidak bisa
digambarkan kecuali setelah mengenal Allah Swt, yaitu futuh dari Allah
Swt.
Dalam kitab at-Tanswir, Ibnu Athaillah menegaskan, “Dan hal demikian, dikarenakan iman itu disebabkan oleh keterbukaan dari Allah Swt, sehingga tidak akan ada iman kecuali karena dibuka oleh Allah Swt.”
Wali itu sendiri menurut Syeikh Zarruq r.a. dikenal melalui tiga karakter:
Memprioritaskan Allah Swt.
Berpaling (hatinya) dari makhluk.
Disiplin terhadap Sunnah dengan benar.
Dalam kitab at-Tanswir, Ibnu Athaillah menegaskan, “Dan hal demikian, dikarenakan iman itu disebabkan oleh keterbukaan dari Allah Swt, sehingga tidak akan ada iman kecuali karena dibuka oleh Allah Swt.”
Wali itu sendiri menurut Syeikh Zarruq r.a. dikenal melalui tiga karakter:
Memprioritaskan Allah Swt.
Berpaling (hatinya) dari makhluk.
Disiplin terhadap Sunnah dengan benar.
Selasa, 13 Mei 2014
Terbitnya Cahaya - Cahaya
Posted on 09.12 by Unknown
| No comments
“Tempat terbitnya cahaya-cahaya adalah qalbu-qalbu dan rahasia qalbu”
Kenapa demikian? Karena sumbernya adalah pemahaman atau pengetahuan. Pemahaman itu ada pada qalbu, sedangkan munculnya pengetahuan adalah dari rahasia qalbu atau rahasia batin (asrar).
Dalam kitabnya, Syeikh Abul abbas al-Hadhramy menegaskan, “Pemahaman
nuur itu menurut limpahan anugerah yang memancar di qalbu dan menurut
kadar cahaya dalam batinnya qalbu.“ Beliau juga mengatakan, “Cahaya itu
beragam dan berbeda-beda: Ada cahaya watak diri, ada cahaya akal, ada
cahaya ruh, ada cahaya qalbu dan ada cahaya titik hitam dalam qalbu
(suwaidaa’ul qalb), ada pula cahaya rahasia batin (sirr), dan cahaya
dalam rahasia batin (sirr) itulah yang paling agung dan paling sempurna.
Setiap cahaya dari semua cahaya itu ada yang disebut dengan cahaya
penakwilan (cahaya kecerdasan), ada cahaya pelimpahan anugerah (cahaya
tanziil), ada cahaya transformatif (cahaya menuju yang lebih terang) dan
cahaya perpindahan (cahaya tanqil).
Setiap tahap (maqam ruhani) ada penjelasan yang tak terjangkau oleh batin kita apalagi membuat batasan garis, “Dan tidak ada yang tahu pasukan-pasukan Tuhanmu kecuali Dia”.
Setiap tahap (maqam ruhani) ada penjelasan yang tak terjangkau oleh batin kita apalagi membuat batasan garis, “Dan tidak ada yang tahu pasukan-pasukan Tuhanmu kecuali Dia”.
Senin, 12 Mei 2014
MUDAHKANLAH URUSAN ORANG LAIN
Posted on 09.06 by Unknown
| No comments
Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa
yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan
melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang
menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di
dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).
Apabila kita mengetahui bahwa sebenarnya kita mampu berbuat sesuatu
untuk menolong kesulitan orang lain, maka segeralah lakukan, segeralah
beri pertolongan. Terlebih lagi bila orang itu telah memintanya kepada
kita. Karena pertolongan yang kita berikan, akan sangat berarti bagi
orang yang sedang kesulitan. Cobalah bayangkan, bagaimana rasanya
apabila kita berada di posisi orang yang meminta pertolongan pada kita,
Dan sungguh Allah SWT sangat mencintai orang yang mau memberikan
kebahagiaan kepada orang lain dan menghapuskan kesulitan orang lain.
MENUTUP MULUT KETIKA MENGUAP DAN JANGAN MENGELUARKAN SUARA
Posted on 07.33 by Unknown
| No comments
Dinukil dari kitab Gidza'ul Al bab karangan Syeh Muhammad as Safarini
( وغط ) أيها المتثائب ( فما ) حيث غلبك ولم تستطع كظمه ( واكظمه ) إن استطعت فإن المسنون لك إذا تثاءبت أن تكظم ، والكظم مسك فمه وانطباقه لئلا ينفتح مهما استطاع ، فإن غلب التثاؤب غطى الفم بكم أو غيره كيده ، { ولقوله صلى الله عليه وسلم إذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع } وفي رواية { فليضع يده على فمه فإن الشيطان يدخل مع التثاؤب }
Dan tutupilah mulutmu wahai orang yang menguap jika engkau tidak mampu menahannya, dan tahanlah jiak engkau mampu karena yang disunnahkan ketika menguap adalah menahannya.
yang dimaksud menahan adalah mencegah mulut dan menutupnya agar tidak terbuka selagi mampu. jika tidak mampu maka tutupilah mulutmu dengan lengan baju atau selainnya misalnya dengan tangan.
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : " jika salah seorang diantara kalian menguap maka tahanlah semampunya."
( وغط ) أيها المتثائب ( فما ) حيث غلبك ولم تستطع كظمه ( واكظمه ) إن استطعت فإن المسنون لك إذا تثاءبت أن تكظم ، والكظم مسك فمه وانطباقه لئلا ينفتح مهما استطاع ، فإن غلب التثاؤب غطى الفم بكم أو غيره كيده ، { ولقوله صلى الله عليه وسلم إذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع } وفي رواية { فليضع يده على فمه فإن الشيطان يدخل مع التثاؤب }
Dan tutupilah mulutmu wahai orang yang menguap jika engkau tidak mampu menahannya, dan tahanlah jiak engkau mampu karena yang disunnahkan ketika menguap adalah menahannya.
yang dimaksud menahan adalah mencegah mulut dan menutupnya agar tidak terbuka selagi mampu. jika tidak mampu maka tutupilah mulutmu dengan lengan baju atau selainnya misalnya dengan tangan.
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : " jika salah seorang diantara kalian menguap maka tahanlah semampunya."
Ada ALLAH, Mengapa Mengeluh???
Posted on 00.49 by Unknown
| No comments
Hari ini, Senin 12 Mei 2014 pukul 0.19
Setiap harinya dalam setiap langkah kehidupan kita pastilah antara Susah dan Senang itu pastilah ada, karena kita masih ada didunia fana ini, bukan ada di Surga yang selalu senang dan gembira, ataupun Neraka yang didalamnya siksa nestapa selamanya.
Masalah hidup datang bertubi - tubi, hati gelisah resah tanpa sebab kerap kita rasakan dalam menjalani hidup, pertanyaannya "bagaimana kita menghadapinya?". Menyerah, meratapi nasib, galau, atau menikmatinya?
Bagi orang beriman, sebuah masalah yang datang merupakan nikmat. Karena orang yang beriman dan yakin akan keimanannya, memandang sebuah musibah adalah bentuk kasih sayang ALLAH untuk meninggikan derajat dirinya, mereka menghadapi Ujian Ujian itu dengan sabar karena yang medatangkannya ada ALLAH. Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang tak mungkin menyia-nyiakan hambanya yang taat.
dalam Al Qur'an ALLAH berfirman,
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja
mengatakan,"Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji? Dan
sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya
Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
[Surah Al-Ankabut ayat 2-3]Kamis, 08 Mei 2014
Pesan Penting dari Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
Posted on 08.11 by Unknown
| No comments
![]() |
| Maulana Syekh Nazim Al Haqqani |
Nawaytu
'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah,nawaytu'l-riyaadha,
nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, lillahi ta'ala fiihadza'l-masjid.
Allahumma thahhir qalbii min asy-syirki wa'n-nifaaq. Allahumma shalli
'alaa Sayyidina Muhammad hattaa yardhaa SayyidinaMuhammad (saw).
Assalamu 'alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. [Dzikir Khatm]
Saya akanmemberi suhbah, dan tidak terlalu panjangatau pendek, karena
Syekh Ali berkata, jika kita tidak mendapat nasihat, makatidak ada
manfaat.
A'udzu billah mina 'sy-syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.kalimataan khafiifataan `ala al-lisaan...
Inna Allah laa yu`adzdzibahu `abdahu wa laakin qad yabtalii - Nabi (saw) bersabda, “Allah(swt) tidak menghukum, laa yu`adzdzib,tidak menghukum orang yang dicintainya, tetapi mungkin Dia akan mengirimkanujian atau kesulitan baginya." Kamis, 10 April 2014
Al-adab Al-alim Wa al-Muta’allim - Etika Murid Terhadap Guru
Posted on 08.36 by Unknown
| No comments
KH. HASYIM ASY’ARI; ETIKA MURID TERHADAP GURU
- Hasyim Asy’ari, Al-adab Al-alim Wa al-Muta’allim, (Pesantren Tebuireng: Jombang, 1238 ) -
1. Hendaknya seorang murid meneliti terlebih dahulu dengan meminta petunjuk kepada Allah siapa guru yang harus diambil dengan mempertimbangkan akhlak dan etikanya
ينبغى للطالب ان يقدم النظر ويستخير الله فيمن ياءخذالعلم عنه ويكتسب حسن الأخلاق والأدب منه
Dengan konsep di atas, sangat jelas bahwa murid di tuntut untuk hati-hati memilih guru dalam belajarnya. Hal ini akan berakibat pada murid sendiri.
2. Memperhatikan apa yang menjadi haknya dan tidak melupakan keutamaan dan kebaikannya, serta mendoakan gurunya baik ketika ia hidup atau ia meninggal dan memelihara kekerabatan dan keturunannya.
أن يعرف له حقّه ولا ينسى له فضله, وأن يدعو له مدّة حياته وبعد مماته ويراعى ذرّيته وأقاربه
Hubungan yang dimaksud adalah adanya keterkaitan secara interen dan erat tidak hanya dalam artian lahir, akan tetapi juga batin. Jadi inilah yang menjadi bukti, bahwa pemikiran Hasyim Asy’ari sangat humanis dan bersifat religius, sehingga apa yang menjadi ajarannya menjadi bahan acuan yang sangat penting dalam mengembangkan komunitas pendidikan yang respec terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan relegiusitas dalam kehidupan.
Senin, 07 April 2014
Pintu Harapan dan Kesedihan
Posted on 10.40 by Unknown
| No comments
“Apabila anda ingin Allah swt membuka pintu harapan padamu, maka lihatlah apa yang dianugerahkan dariNya kepadamu. Dan apabila anda ingin Allah membuka pintu kesedihan padamu, maka lihatlah apa yang engkau lakukan bagiNya.”Harapan dan kesedihan, adalah dua hal yang terus berdampingan. Karena adanya harapanlah, seseorang mulai optimis dan terbuka masa depannya. Khususnya masa depan dengan Sang Pencipta.
Namun, sepanjang yang disebut harapan, semata juga karena dibuka oleh Allah swt, berupa kepatuhan dan ketaatan kita. Apa pun yang dari Allah swt, senantiasa membuka harapan kita, karena seluruh ketaatan kita, kebajikan kita, semuanya dari Allah, bukan dari diri kita.
Sabtu, 05 April 2014
Dosa-dosamu Jangan Memutus Istiqomahmu
Posted on 16.09 by Unknown
| No comments
Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary
"Manakala anda terjerumus dalam dosa, janganlah kenyataan itu membuatmu putus asa dalam meraih
Istiqomahmu dengan Tuhanmu. Kadang-kadang, – siapa tahu – itulah akhir dosa yang ditakdirkan oleh Allah padamu.”
Jadikan keterjerumusan itu sebagai pintu taubat dan inabah demi
beharap kepada Allah Ta’ala, sekaligus sebagai pintu khauf (rasa takut)
kepadaNya. Sebab putus asa terhadap rahmat Allah itu bentuk tipudaya
yang gelap, bahkan syetan harus berputus asa karena tidak mampu
memperdayai anda dibalik tindakan dosa itu.
Langganan:
Postingan (Atom)


















