Kamis, 08 Mei 2014

Pesan Penting dari Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs

Maulana Syekh Nazim Al Haqqani
 
Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah,nawaytu'l-riyaadha, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, lillahi ta'ala fiihadza'l-masjid. Allahumma thahhir qalbii min asy-syirki wa'n-nifaaq. Allahumma shalli 'alaa Sayyidina Muhammad hattaa yardhaa SayyidinaMuhammad (saw). Assalamu 'alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. [Dzikir Khatm]
Saya akanmemberi suhbah, dan tidak terlalu panjangatau pendek, karena Syekh Ali berkata, jika kita tidak mendapat nasihat, makatidak ada manfaat.
A'udzu billah mina 'sy-syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.kalimataan khafiifataan `ala al-lisaan...
Inna Allah laa yu`adzdzibahu `abdahu wa laakin qad yabtalii - Nabi (saw) bersabda, “Allah(swt) tidak menghukum, laa yu`adzdzib,tidak menghukum orang yang dicintainya, tetapi mungkin Dia akan mengirimkanujian atau kesulitan baginya."
 
Itu adalah sesuatu yangbesar!  Karena jika kalian mencintaisaya, kalian tidak akan menyakiti saya. Dan jika saya mencintai kalian, saya ingin segala sesuatu menjadi baikuntuk kalian.  Tetapi Nabi (saw) bersabda, “Allahtidak menghukum orang-orang yang dicintai-Nya, tetapi Dia dapat mengirimkanujian bagi mereka.  Jadi itu artinyaAllah ingin agar orang-orang yang dicintai-Nya bersabar.  Dengan menguji mereka apa saja, jika Allahmengirimkan kalian ujian, kepedihan, atau kesulitan atau bertengkar denganorang lain, semua ini adalah ujian yang bisa kalian alami di dalam kehidupankalian.  Dan terutama bagi mereka yangmerasa dirinya lebih dari orang lain.
Kyai Sohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom), Maulana Syekh Nazim Al Haqqani, Maulana Syekh Hisyam AL Kabbani

Jika Allah mengatakan, “Akutidak menghukum orang yang Ku-cintai, tetapi Aku mengujinya,"  itu artinya walaupun Dia mencintainya, Diaingin agar ia bersabar, bahkan ujian yang paling berat pun akan datang, Diaingin agar ia bersabar menghadapi ujian-ujian ini, sebagaimana Asma Allahterakhir adalah Ash-Shabuur, Yang Maha Penyabar. Jadi Allah ingin agarorang bersabar ketika menghadapi ujian.  DanNabi (saw) bersabda, "Aku adalah orang yang paling banyak menerima ujian dancobaan", sepanjang hidupnya beliau tidak mendapat ketenangan dankedamaian.  Beliau (saw) hijrah dari Mekahke Madinah, membangun negeri, memerangi musuh, dan beliau tidak mempunyai waktuuntuk beristirahat, tetapi Nabi (saw) tetap bahagia. 

Beliau (saw) tidak pernah mengeluh.  Tetapi kita semua mengeluh, siang dan malamkita mengeluh.  Bahkan kita pun mengeluhmengenai napas yang kita hirup.  Egokalian mengeluh ketika kalian menarik napas dalam salat, ego kalian muncul danberkata, “Mengapa engkau bersusah payah untuk salat, tidak usah salat.  Banyak orang yang tidak salat,  Apakah engkau percaya dengan Neraka? Tidak,di mana itu?”  Setan datang danbermain-main dengan kita.  Segera setelahkalian mengucapkan, “Allaahu akbar, segala jenis gosip, pikiran buruk datangpada kalian, dapatkah kalian menghentikannya? Tidak.
 
Jadi Allah menguji kita,jadi ketika kalian melihat hal ini, apakah kalian ingin tahu apakah Allahmenguji kalian?  Salatlah 2 rakaat,segera setalah kalian mengucapkan, “Allahu akbar”, apa yang akan terjadi?  [Nanti malam makan apa ya?]  Segera setelah kalian mulai salat, Allah membiarkanSetan keluar dari belenggunya dan membuat kalian lupa berapa rakaat yang telahkalian kerjakan, 3 rakaat, 5 rakaat, 10 rakaat, bahkan 1 rakaat.
 
Tetapi Mukmin mempunyaisudut pandang yang berbeda.  Apa yangdikatakan oleh Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q) mengenai Mukmin?  Ketika Allah menguji mereka, ia akan mengertibahwa ada kemaslahatan, ada manfaat di balik ujian itu.  Karena ketika Setan datang dan berbisik ditelinga kalian,kalian akan berjuang melawannya dan melakukan hal yangbertentangan dengan apa yang dikatakannya. Allah akan memberi pahala untukkalian.  Dan pahala Allah tak terhingga,kita tidak tahu seperti apa pahalanya, tetapi sayangnya kita tidak mengejarpahala itu, kita malah mengikuti apa yang dikatakan oleh Setan.  Tetapi para awliyaullah ingin agarmurid-murid mereka menerima kesulitan itu, karena bersabar dalam menghadapikesulitan akan mendatangkan pahala dari Allah.

Tiga hari yang lalu MawlanaSyekh berkata, “Aku diperintahkan untuk tidak berbicara selama 3 hari.  Aku berpuasa untuk tidak bicara.  Setelah 3 hari, aku akan memberi pelajaran yekhberkata, “Aku diperintahkan untuk tidak berbicara selama 3 hari.  Aku berpuasa untuk tidak bicara.  Setelah 3 hari, aku akan memberi pelajaran yangsangat berat.”
 
Dan di dalam ajarannya,beliau menyebutkan tentang waktu, jam. Cara beliau membawakan subjek itu, beliau mengatakan, setiap orangmempunyai jam.  Mengapa kalian mempunyaijam?  Untuk mengetahui waktu.  Mengapa kalian ingin mengetahui waktu?  Kalian tidak perlu mengetahui tentangwaktu.  Jika kalian merupakan orang yangsungguh fokus, kalian tidak memerlukan jam. Maghrib adalam waktu kalian dan Subuh adalah waktu kalian, tetapiMaghrib, kalian akan segera mengetahui bahwa itu telah Maghrib, kalian tidakmemerlukan jam.  Setelah 1.5 jam kaliantahu bahwa itu sudah Isya.  Dan setelahIsya kalian tidur.  Kalian tahu bahwaSubuh adalah 1.5 jam sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbit, ituadalah waktu untuk …
 
Jadi, jam adalah untukdunia, bukan untuk akhirat.  Beliaumembuka subjek itu untuk mengatakan agar jangan mengikuti dunia, tetapi ikutiakhirat.  Tidak ada waktu di sana.  Di dunia, kalian menghitung hari-hari kalian,semakin berkurang dan berkurang.  Jadimereka mempunyai hari dan bulan pada jam dan ketika berlalu, kalian telahkehilangan satu hari dalam kehidupan kalian. Dan Mawlana mengatakan,semoga Allah memanjangkan umurnya, kalian bisa mempunyai sebuah jam, tetapi pastikan bahwa kalianmenggunakannya untuk kebaikan kalian di akhirat.
Awliyaullah merekamemandang untuk masa depan.  Mereka tidakmelihat masa lalu.  Apa yang telahberlalu, itu sudah lewat, selesai. Umurmu berapa? [22]  Bagus, 42tahun telah berlalu dari kehidupanmu, selesai. Jangan repot-repot, tetapi berusahalah untuk mencapai hal-hal yang lebihbaik lagi di waktu-waktu mendatang. Beliau membawa (subjek) waktu sebagai simbol, lihatlah ke depan!
 
Jangan ikuti orang-orangyang tidak menginginkan yang terbaik untuk kalian.  Jangan ikuti mereka yang terkait denganSetan.  Orang yang mencintai kalianadalah orang-orang yang mengatakan tentang akhirat kepada kalian.  Itulah yang harus kalian fokuskan dalam hidupkalian.
 
Jadi awliyaullah, “Janganmenyibukkan diri dengan dunia”, da`wa`ankum al-kalaam fii hadzihi'l-maqaamat.  Jangan terlalu banyak bicara tentangmaqam-maqam yang tinggi.  Setiap orangingin agar kalian bicara tentang maqam-maqam yang tinggi, tetapi beliauberkata, “Jangan, bangun dulu infrastrukturnya. Jangan melihat pada lantai atas. Jika kalian tidak membangun fondasi gedung, kalian tidak bisa naik kelantai atas dan mengabaikan fondasinya dapat menyebabkan gedung itu menjadiruntuh."
Itulah yang kalianlihat, orang-orang Sufi Guufi, mereka berpikir bahwa mereka adalah Sufi, danmereka mempelajari berbagai macam filosofi dan logika untuk membangun kastil dilangit untuk kalian.  Dan apa yang Allah katakan?  
 
Yaa ma`syaral-jinni wal-ins inis tatha`tum an-tanfudzuu min aqthaari's-samawaatiwal-ardhi fanfudzuu laa tanfudzuuna illa bi-sulthaan.
 
Wahai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapatmenembusnya tanpa Sultan. [55:33]
 
Itu artinya wahaimanusia dan jin, jika kalian dapat menembus, tembuslah, tetapi ternyata tidakbisa.  Kalian memerlukan sebuah fondasi,seorang sultan untuk membangun dan kemudian pergi.  Jika kalian tidak mempunyai fondasi, apapunyang kalian ajarkan dari atas, itu akan jatuh dan runtuh. 
wa qadimnaa ila maa `amiluu wa ja`alanahaa habaa'in mantsuura,
Kita sampai padaperbuatan apa yang telah mereka lakukan, dan membuatnya hancur seperti debuyang beterbangan.  Mereka membangunsesuatu di angin. 

Seorang profesor yangtelah meninggal sekarang, ia dari Perancis, dan ia membangun dirinya sendiridengan ilmu-ilmu dari berbagai agama dan filosofi, Buddhisme, Hinduisme,Zenisme, dan ia mendatangi pendeta, ia lebih tahu, pergi ke rabbi, ia lebihtahu darinya, pergi ke Syekh, ia lebih tahu, tetapi ke manapun ia pergi, ia tahubahwa ada sebuah tali, tetapi ia tidak bisa memegangnya.  Ia merasa ia memegang angin, hingga akhirnya menjadibingung. Akhirnya ia datang padaMawlana Syekh.  Ia berkata, “Apa yangharus aku lakukan?  Aku merasa akumemegang angin.”  
 
Dan Grandsyekh Abdullah qs berkatakepadanya, karena kita semua, ajaran kita berasal dari nafsu kita, iameletakkan nafsunya pada kertas, mengkopi dari sana sini, dan menjadikannya(semacam makalah) lalu membagi-bagikannya kepada orang.  Itu seperti buah-buahan dari plastik, tidakada manfaatnya.  Semua ilmu yang kalianpelajari tidak akan bermanfaat seolah-olah kalian memegang tali imajinasi. Ia berkata kepada Syekh,“Apa yang harus aku lakukan?”  Grandsyekhmenjawab, “Aku akan memberimu tiga contoh:
  1)  Engkau menanam sebutir benih lalumenyiraminya, lalu muncul tunas, lalu disirami lagi, muncul pohon, dan denganbuahnya.  Apakah engkau masih menemukanbenihnya?  Tidak, ia telah fana.
2)  Ambil sebuah telur, lalu letakkan di tanahselama 10 tahun, ia akan tetap menjadi telur. Tetapi letakkan di bawah seekor induk ayam selama 21 hari, apa yang kaupunya sekarang? Anak ayam.  Apakah masihada telurnya?  Tidak ada lagi.
3)  Rahim ibu yang mengandung.  Itu awalnya sperma dan sel telur kan?  Ketika mereka menyatu, sperma dan sel teluritu kemudian muncul setelah 9 bulan dan 12 hari.  Ke mana perginya sperma dan sel teluritu?  Sekarang yang ada adalah bayi didalam rahimnya.  
Di manakah anakayam?  Di dalam telur. Di manabenihnya?  Di dalam tanah.  Mereka semua mengasingkan diri daridunia.  Benih memasuki khalwat, telurmemasuki khalwat, bayi di dalam rahim memasuki khalwat.  Dan dalam setiap khalwat terjadi transformasidari satu bentuk menjadi bentuk yang lain. Dari benih menjadi pohon, dari telur menjadi anak ayam, dari sperma dansel telur menjadi bayi, seorang anak.  Danjika engkau tidak memasuki khalwat dan menggosok diri kalian dari kemarahan,maka kalian tidak akan berubah.” 
Lalu orang itumengucapkan, “Asyhadu an la ilaha ill'Llah wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”   Iamengatakan bahwa tidak ada orang yang memberi jawaban seperti itu dariorang-orang yang pernah ia tanya.  Jadi,bila kalian tidak melangkah dari nafsu kalian, baik atau buruk, tidak ada nafsuuntuk akhirat, tidak ada nafsu untuk dunia. Jika kalian mempunyai nafsu untuk dunia, selesai.  Tidak ada 2, 4, 8, 10 nafsu untukakhirat.    Jika kalian mengubah dirimenjadi seseorang yang hanya mencari akhirat, Allah akan membukakan untukkalian apa yang tertutup.  
 
Allahuma shalli `alaa Sayyidina Muhammad (saw) al-faatih limaaughliq.
Ya Allah, limpahkanlahshalawat kepada Nabi-Mu, (yang merupakan) kunci bagi apa yang tertutup.
Ketika kalian sepenuhnyatelah memutuskan cinta terhadap dunia, lalu mereka akan membukakan cinta kalianuntuk akhirat dan … jadi jangan membuang-buang waktu untuk membaca buku-bukuatau mengajarkan berbagai hal.  Tetapikita harus melakukan hal itu, untuk mengulangi dan mengulangi lagi bagi dirikita dan orang lain.  Satu-satunya yangkami katakan adalah untuk mengalahkan keempat musuh kalian: nafs, dunya, hawwa dan Setan. Nafs—ego kalian, dunya—kecintaan terhadap dunia, hawwa—nafsu, Setan—mengejar Setan.  
 
Ketika kalian telahmelepaskan keempatnya, maka kalian akan mampu mengajar.  Bila kalian sudah sakit, apa yang kalianajarkan pada orang?  Penyakit!  Itulah sebabnya mengapa beberapa awliyaullah,mereka tidak pernah bicara, seseorang datang pada mereka, awliyaullah membacakanuntuk mereka.  Beberapa awliyaullah tidakpernah berbicara tentang nasihat. Kehadiran mereka sendiri sudah merupakan nasihat.  Kalian datang pada mereka dan mereka dudukdan membusanai kalian dengan apa yang mereka miliki.
Beberapa awliyaullah,mereka mempunyai keran dan dengan keran itu mereka mengambil dan memberikannyakepada para pengikutnya.  Kita harusbersyukur kepada Allah bahwa Dia menghubungkan kita dengan seseorang yangkerannya terbuka, bukan seseorang yang kerannya tertutup.  Beliau dapat memberi kalian dari kalbu Nabi(saw), dari ilmu-ilmu yang tersembunyi. Dan mereka menggunakannya kadang-kadang dalam bahasa yang sangat dasar,dan kadang-kadang jika mereka mau, mereka dapat memberi pelajaran dengan carayang tidak dapat dimengerti oleh seorang pun.
Mereka memberi sesuaidengan orang yang duduk bersamanya, sesuai dengan maqam/levelnya, sepertihalnya seseorang di zamannya Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q), beliau menjelaskan Surat al-Fatiha.  Belaiberbicara selama setengah jam dan berkata bahwa ini adalah untuk dapatdimengerti oleh setiap orang, lalu beliau membaca Surat al-Fatiha danmenjelaskan lagi selama setengah jam dan berkata bahwa penjelasan ini hanyauntuk para ulama, orang-orang awan tidak dapat memahaminya.  Lalu beliau berbicara lagi mengenai Suratal-Fatiha, dan berkata bahwa ini hanya dapat dimengerti oleh para awliyaullah,tidak ada orang lain yang dapat memahaminya. Lalu beliau memberi penjelasan lain dan mengatakan bahwa ini untuk orangyang bersembunyi di balik pilar.  Dan merekamelihat siapa orang itu, ternyata ia adalah Sayyidina Khidr (as) yang kemudianlangsung pergi. 
 
Jadi kita beruntungmemiliki seorang Syekh yang mempunyai dua keran, satu dari maqam pemahaman yangumum, dan satu level lagi untuk maqam yang tinggi, walaupun orang tidakmengerti, apa yang dikatakan akan bermanfaat bahkan anak-anak pun akan mendapatmanfaat dengan apa yang dikatakannya. Oleh sebab itu saya menganjurkan untuk membawa anak-anak untuk dudukbersama Mawlana Syekh, tetapi hanya jika mereka dapat tenang seperti anak-anakdi sini sekarang.  Tetapi kadang-kadangada anak yang menangis, dengan segera pelajaran itu akan turun satu level.  Lalu mengapa mereka tidak membawa anak merekauntuk menenangkannya dan kemudian kembali lagi. Tetapi apapun itu, mereka akan dibusanai dengan maqam-maqam tersebut. 
 
Wa min Allah at Tawfiq

Sumber: http://muslimsufi.blogspot.com/2013/04/pesan-penting-dari-mawlana-syaikh-nazim.html 
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar