Senin, 12 Mei 2014

MENUTUP MULUT KETIKA MENGUAP DAN JANGAN MENGELUARKAN SUARA

Dinukil dari kitab Gidza'ul Al bab karangan Syeh Muhammad as Safarini
( وغط ) أيها المتثائب ( فما ) حيث غلبك ولم تستطع كظمه ( واكظمه ) إن استطعت فإن المسنون لك إذا تثاءبت أن تكظم ، والكظم مسك فمه وانطباقه لئلا ينفتح مهما استطاع ، فإن غلب التثاؤب غطى الفم بكم أو غيره كيده ، { ولقوله صلى الله عليه وسلم إذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع } وفي رواية { فليضع يده على فمه فإن الشيطان يدخل مع التثاؤب }
Dan tutupilah mulutmu wahai orang yang menguap jika engkau tidak mampu menahannya, dan tahanlah jiak engkau mampu karena yang disunnahkan ketika menguap adalah menahannya.
yang dimaksud menahan adalah mencegah mulut dan menutupnya agar tidak terbuka selagi mampu. jika tidak mampu maka tutupilah mulutmu dengan lengan baju atau selainnya misalnya dengan tangan.
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : " jika salah seorang diantara kalian menguap maka tahanlah semampunya."


dalam riwayat yang lainnya : " maka letakkanlah tangannya pada mulut karena sesunguhnya syaiton masuk bersama kuap "
وقال لي شيخنا التغلبي فسح الله له في قبره ، وأغدق عليه سحائب عفوه وبره : إن غطيت فمك في التثاؤب بيدك اليسرى فبظاهرها ، وإن كان بيدك اليمنى فبباطنها .
قال والحكمة في ذلك ; لأن اليسرى لما خبث ولا أخبث من الشيطان ، وإذا وضع اليمنى فبطنها ; لأنه أبلغ في الغطاء ، واليسرى معدة لدفع الشيطان ، وإذا غطى بظهر اليسرى فبطنها معد للدفع . انتهى .
Guruku At tuglabi - semoga Allah meluaskan kuburnya dan mencurahkan ampunan dan kebaikanNya- berkata kpdku :
" jika engkau menutup mulutmu ketika menguap dengan tangan kiri maka pergunakanlah yang sebelah luarnya, dan jika dengan tangan kanan maka pergunakanlah yang sebelah dalamnya."
beliau berkata : " hikmah dalam hal itu adalah karena tangan kiri untuk perkara yang buruk dan tidak ada yang lebih buruk daripada syetan, jika meletakkan tangan kanan maka sebelah dalamnya karena ini lebih memadai dalam hal menutup, dan tangan kiri disiapkan untuk menolak syetan, ketika menutupnya dengan sebelah luarnya tangan kiri maka tangan sebelah dalamnya disediakan untuk menolak syetan."
قال في الآداب الكبرى : من تثاءب كظم ما استطاع للخبر وأمسك يده على فمه أو غطاه بكمه أو غيره إن غلب عليه التثاؤب لقوله عليه الصلاة والسلام { التثاؤب من الشيطان فإذا تثاءب أحدكم فليرده ما استطاع فإن أحدكم إذا تثاءب ضحك منه الشيطان }
وفيه { إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب ، فإذا تثاءب أحدكم فليرده ما استطاع ولا يقل هاه هاه فإن ذلك من الشيطان يضحك منه } رواه الإمام أحمد ومسلم وأبو داود والترمذي وغيرهم ، والبخاري ولفظه { إذا تثاءب أحدكم في الصلاة } وقدمنا حديث { العطاس من الله والتثاؤب من الشيطان }
Dalam kitab Adabul Kubro :
" barang siapa yang menguap maka tahanlah semampunya karena ada hadis yang menjelaskan, dan tahanlah menggunakan tangan pada mulut atau menutupnya menggunakan lengan baju atau selainnya jika tidak mampu menahannya sebab sabdanya Nabi shollallohu alaihi wasallam :
" menguap itu dari syaithon maka ketika salah saeorang dari kalian menguap tolaklah semampunya, karena sesungguhnya salah seorang dari kalian jika menguap maka setan tertawa."
dan masih dalam kitab Adabul Kubro , Nabi bersabda :
" sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersin dan tidak menyukai orang yang menguap, maka ketika salah seorang dari kalian menguap tolaklah semampunya dan jangan mengucapkan 'hah..hah.. karena sesungguhnya hal itu dari syetan yang sedang tertawa."
HR. imam Ahmad, Muslim,Abu dawud, At tirmidzi, dan selain mereka.
ولا يزيل يده عن فمه حتى يفرغ تثاؤبه . ويكره إظهاره بين الناس مع القدرة على كفه . وإن احتاجه تأخر عن الناس وفعله .
dan janganlah memindahkan tangan dari mulutnya hingga selesai menguap, makruh memperlihatkannya kepada orang orang padahal dia mampu menahannya, jika memang tdk mampu maka menyingkirlah dari orang2 kemudian baru menguap.
wallohu a'lam.
غذاء الألباب
محمد بن أحمد بن سالم السفاريني

Sumber: Piss-KTB
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar