Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary
"Orang-orang zuhud ketika dipuji, mereka sedih, karena melihat pujian
itu datangnya dari makhluk. Sedangkan orang-orang yang ’arif billah
ketika dipuji mereka bersukacita, sebab pujian itu hakikatnya dari Allah
Sang Maha Diraja."
Para a’rifun menyaksikan perbuatan makhluk itu dari segi wujud
pemberlakukan Allah Swt. pada mereka. Karena itulah sang arif senantiasa
melihat makhluk sebagai “pena”-nya
Allah Ta’ala. Maka bila mereka dipuji, mereka bersukacita karena yang
dipandang adalah pujian Allah bukan pujian makhluk, lalu semakin
bertambah kuat kebahagiaannya pada Tuhannya, tenteram kepadaNya dan
tetap lari dari segala hal selain Dia.


















