Jumat, 28 Maret 2014

PESAN HABIB ANIS bin ALWI bin Ali Al Habsyi

 
Habib Anis bin Alwi bin Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi rahimahumullah

"Dulu waktu saya mengaji, setiap saya menanyakan suatu masalah kepada guru saya, jawabannya juga selalu: 'cari di kitab ini, cari di kitab itu'. Ketahuilah, wahai Novel, tidak disebut orang alim kalau setiap mendapat pertanyaan ia selalu menjawab: 'menurut saya begini begini ...', tetapi orang alim adalah orang yang mampu menjawab suatu permasalahan dengan menukil pendapat para ulama salaf lengkap dengan kitab rujukannya." [Pesan almarhum Habib Anis bin 'Alwi bin 'Ali al-Habsyi kepada Ustadz Naufal bin Muhammad al-'Aydrus].

NASEHAT UNTUK PARA ISTRI ~ KH. Yusuf Mansur

KH Yusuf Mansur

NASEHAT UNTUK PARA ISTRI .....

Berdandanlah untuk suamimu -harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan- pakailah parfum, dan bermake up-lah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu. Jauhi dan jauhilah bermuka asam dan cemberut.

Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami. Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah. Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lambut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu.

Jebakan Imajinasi Semu


 Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary
“Tak  satupun wujud yang bisa menutupi Allah, karena sesungguhnya tidak satu pun yang menyertaiNya. Bahwa sesungguhnya anda tertutup dari Allah disebabkan oleh  imajinasi (seakan) ada wujud yang menyertaiNya.” “Tak  satupun wujud yang bisa menutupi Allah, karena sesungguhnya tidak satu pun yang menyertaiNya. Bahwa sesungguhnya anda tertutup dari Allah disebabkan oleh  imajinasi (seakan) ada wujud yang menyertaiNya.”

Adanya imajinasi wujud selain Allah membuat anda lebih sibuk dengan wujud semu itu, berupa dunia seisinya dengan segala masalahnya, secara tidak langsung maupun langsung, anda telah terjebak seakan-akan wujud semu itu yang mengancam dan memberi manfaat bagi kehidupan anda, sehingga anda pun terhijab dari Allah azza wa-Jalla.

Kamis, 27 Maret 2014

Atas Nama Cinta, Karena Aku adalah Suamimu ( Teks & Mp3 )


Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Siapakah Sahabat Sejati?


 Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary.
“Tak ada sahabat sejatimu kecuali dia yang paling tahu aibmu, dan tidak ada (sahabat seperti itu) kecuali Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Sebaik-baik sahabatmu adalah yang  menuntutmu, tetapi sama sekali tuntutan itu tidak ada kepentingannya darimu untuk-nya.”

Tak ada yang lebih tahu aib kita secara detil dan rinci melainkan Allah swt, karena Dia-lah yang tak pernah meninggalkan anda ketika anda dalam kondisi hina dan tidak menolak anda ketika anda dalam kondisi sangat kurang, bahkan senantiasa mengasihi anda dalam situasi apa pun.
Pada saat begitu Dia memerintahkan anda dan melarang anda, namun anda maksiat pada-Nya, namun Dia tidak meninggalkan anda, bahkan dengan rasa belas kasih-Nya Dia memanggilmu untuk datang kepada-Nya di saat anda alpa.

Rabu, 26 Maret 2014

Dua Tirai

Sufi Music

Syekh Ibnu Athoillah as-Sakandary
“Tirai itu terbagi dua; Tirai dari maksiat, dan tirai di dalam maksiat. Umumnya orang mencari tirai dari Allah Ta’ala, agar tertirai di dalam maksiat, karena takut martabatnya jatuh di mata publik. Sedangkan kalangan khusus mencari tirai dari maksiat, karena takut bila gugur dari pandangan Sang Maha Diraja Al-Haq.”

Orang yang bermaksiat kebanyakan ingin tertutup dari makhluk, bisa karena malu, atau karena gengsi ataupun karena takut harga dirinya jatuh. Tirai atau tutup itu disebut sebagai tutup di “dalam maksiat”. Bagi kalangan ini, tutup di dalam maksiat berarti tidak memandang Allah swt, namun lebih memandang kepentingan derajat makhluk atau harga diri kemakhlukan.

Sabtu, 22 Maret 2014

Kenapa Amalan di Terima ?

“Kalau bukan karena indahnya tutupnya Allah swt, maka tak satu pun amal diterima.”Kenapa demikian? Sebab nafsu manusia senantiasa kontra dengan kebajikan, oleh sebab itu jika mempekerjakan nafsu, haruslah dikekang dari sifat atau karakter aslinya."

Dalam firmanNya: “Siapa yang yang menjaga nafsunya, maka mereka itulah orang-orang yang menang dan bahagia.”(Al-Hasyr 9)
Nafsu, ketika masuk dalam kinerja amaliah, sedangkan nafsu itu dasarnya adalah cacat, maka yang terproduksi nafsu dalam beramal senantiasa cacat pula. Kalau toh dinilai sempurna, nafsu masih terus meminta imbal balik, dan menginginkan tujuan tertentu, sedangkan amal itu inginnya malah ikhlas. Jadi seandainya sebuah amal diterima semata-mata bukan karena amal ansikh, tetapi karena karunia Allah Ta’ala pada hambaNya, bukan karena amalnya.

Jumat, 22 November 2013

OASE IMAN BUYA YAHYA

Sabtu, 16 November 2013

Aku Tidak Berharap Surga dan Neraka

Seorang lelaki bertanya kepada Imam Abu Hanifah, ”Bagaiman pendapatmu tentang seseorang yang berkata: ”Aku tidak berharap surga, tidak takut neraka, aku suka makan bangkai, aku bersaksi terhadap apa yang tidak aku lihat, aku tidak takut kepada Allah, aku shalat tanpa ruku dan sujud, aku tidak menyukai kebenaran dan aku menyukai fitnah.”

Awas! Berhati-Hatilah dengan Pikiranmu



dakwatuna.com - Sahabat dahsyat, pernahkah sahabat mendengar potongan kalimat “Berpikir 1 Jam lebih baik daripada ibadah 60 tahun.” Kalimat yang sederhana tapi mengandung makna yang sangat dalam. Sekilas memang mempunyai arti yang biasa-biasa saja bahkan tidak mampu menggetarkan hati kita. Cobalah sahabat mengajak pikiran sahabat berkelana mengarungi makna yang terkandung dan memetik hikmah yang terdapat di dalamnya. Sungguh luar biasa.., sepotong kalimat yang mampu menusuk kalbu dan mengusik nurani. Bagaimana tidak, bayangkan sahabat dahsyat, hanya dengan berpikir 1 jam mampu mengalahkan ibadah 60 tahun. Oleh karenanya berhati-hatilah dengan pikiran sahabat.
Pikiran adalah karunia Sang Maha Pencipta. Pikiran diberikan kepada kita agar kita mampu menjalankan tugas kita di muka bumi ini sebagai khalifah. Pikiran itu dapat kita gunakan untuk mencari solusi dari permasalahan yang kita hadapi. Kita mengakui bahwa kita diberikan pikiran oleh Sang Maha Pencipta namun kita harus mengakui pula bahwa banyak di antara kita yang tidak mampu berpikir. Berpikir dalam arti memaksimalkan potensi pikiran yang kita miliki agar apa yang menjadi mimpi besar kita dapat tercapai. Mungkin di antara kita banyak yang memimpikan kekayaan, hidup dengan segala kemewahan, dan apapun yang diinginkan selalu tercapai.

Amir bin Abdullah At-Tamimi

Tawadhu'nya Sufi Sejati

"Demi Allah, aku menangis bukan karena cinta dunia dan takut mati. Aku menangis karena panjangnya perjalanan dan sedikitnya bekal"

Salah satu tabi'in yang dikenal zuhud adalah Amir bin Abdullah At-Tamimi. Nama At-Tamimi pada akhir namanya merupa­kan penunjuk bahwa ia berasal dari Bani Tamim, suku Arab asli di Hijaz.

Pada waktu muda, dia mengabdikan dirinya dan sekaligus berguru kepada Abu Musa Al-Asy'ari, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang pada waktu itu menjadi gubernur Bashrah. Karena itulah, hidupnya hanya untuk beribadah, berjuang membela Islam, dan menuntut ilmu. Tiga hal itulah yangmembuatnya dikenal sebagai ahli zuhud di kota Bashrah.

Kehidupan Sufistik Sayyiduna Abu Bakar ash-Shiddiq


"Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya salat dan banyaknya puasa, tapi karena sesuatu yang bersemayam di hatinya." (HR at-Tirmidzi di an-Nawâdir dan al-Ghazali di Ihyâ' Ulûmiddîn)

Setiap malam Jumat, usai salat Isyak, tubuh yang dibalut jubah kasar itu duduk berzikir. Kepalanya menunduk sangat rendah sampai menyentuh lutut. Begitu khusyuk dan khidmat, tak sedikit pun bergerak untuk mendongak. Menjelang fajar terbit, kepalanya baru diangkat, menghela nafas yang panjang dan tersendat-sendat. Kontan, aroma di ruangan itu berubah. Tercium bau hati yang terpanggang.

Buku Cinta Bagai Anggur : Pendidikan Hati

Cinta Bagai Anggur
suluk.blogsome.com
Dikutip dari sebagian isi Bab III buku “Cinta Bagai Anggur”, dengan seijin penerbit.
Judul: “Cinta Bagai Anggur: Tuangan Hikmah Dari Seorang Guru Sufi di Amerika.”
Karya: Syaikh Muzaffer Ozak, dikompilasikan oleh Syaikh Ragip Frager
Alih bahasa: Nadia Dwi Insani, Herry Mardian, Herman Soetomo
Penerbit: Pustaka Prabajati


Tetapi apakah sebenarnya “diuji” itu? Seorang guru menguji para siswanya untuk mengetahui tingkat kemampuan mereka, mengetahui tingkat pemahaman mereka. Si guru tidak tahu sedalam apa para siswanya telah belajar. Tapi bukankah Allah mengetahui?

SETIAP nabi mempunyai tugas spesifik. Peran Nabi Isa a.s. adalah untuk menampilkan tiadanya kepemilikan dan kepedulian akan keduniawian.