Rabu, 27 Januari 2016

DILEMA BANK BRI


“Lihatlah, pakai cadar kena diskriminasi saat ambil duit di ATM. Kami dizholimi di negara kuffur laknatullah penyembah berhala Pancasila ini ! Tegakan khilafah sekarang juga.”
Baru juga buka facebook belum lengkap 2 menit, sudah ada yang inbok. Blio mengirimkan sebuah link video di youtube yang judulnya, “Bank BRI Larang Wanita Bercadar Ambil Uang di ATM”.
Baca judulnya sudah bikin kreminen.
Ah, atau memang humas BRI ini rada kurang sensitif dalam komunikasi massa. Jadi mereka nggak sadar bahwa kalau ada aturan kayak gini orang akan berpikir bahwa BRI itu anti Islam. Cadar = Islam, tidak boleh bercadar = tidak boleh berislam. Itu nalar kaum bahlul permanen.

Sependek pengetahuan saya, diantara aturan masuk ATM ialah dilarang memakai penutup muka sehingga sulit dilakukan pengecekan identitas. Nggak cuma cadar, topeng, helm, kaca mata hitam, nggak boleh semua. Emang nggak pernah baca tulisan peringatan ini di ATM?
Itu semua dikandung maksud agar wajah sesiapa yang masuk ke ATM itu bisa terpantau jelas oleh CCTV. Kenapa CCTV dipasang disitu, apakah sekedar iseng buat ngintip atau antisipasi gangguan keamanan? Silahkan jawab sendiri.
Yang jadi perkara, ketika ada perempuan bercadar dicegah petugas untuk masuk ATM karena ngotot tidak mau melepas cadarnya, siapa yang salah?
Petugas melarang masuk tentu berdasar aturan tersebut diatas. Nah, yang perlu dijadikan pertanyaan, mengapa wanita itu menolak membuka cadarnya untuk sementara waktu masuk ATM? Jika sebab wajahnya tidak ingin diketahui orang, memangnya dalam ATM itu area publik dimana wajahnya bebas dilihat banyak orang? Toh, CCTV tak akan mempublikasikan wajah anda di medsos seperti para pengcandid wajah-wajah hijaber cantik nan shoulihah. Jika alasannya tidak ingin membuka aurat, memang sejak kapan wajah wanita itu adalah aurat?
Lagipula, jika wanita tersebut tidak sanggup/ bersedia mematuhi segala aturan (termasuk aturan masuk ATM) yang diterapkan oleh bank kenapa masih menggunakan jasa bank? Yang tak berlabel syariah pula.
Dari sini bisa diketahui siapa sebenarnya yang bermasalah itu, petugas yang berusaha menerapkan aturan atau perempuan bercadar yang tetap ingin masuk dengan tidak mematuhi aturan.
Jadi jangan songong menganggap larangan masuk itu sebagai bentuk sentiman atau diskriminasi terhadap kaum muslimah bercadar. Atau anti terhadap Islam. Kecuali anda memang songong beneran seperti media-media kaum pendusta yang sangat doyan nyebarin berita hoax dan permusuhan antar bangsa, ras dan agama itu.

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar