Imam Albushiry adalah pribadi terkemua seorang seorang yang alim lagi
mengamalkan ilmunya, seorang shaleh yang tenggelam dalam mencintai Allah
dan Rasulullah-Nya. Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammand bin
Sa’id bin Hammad bin Abdillah bin Alshonhaji Albushiry Almishry, asal
keturunan dari Maghrib (Moroko) dari Qal’ah Hammad, dari suku yang
dikenal dengan bani Habnun. Ia dilahirkan di daerah Dallas pada hari
selasa tanggal 01 Syawwal 608 H. dan wafat di Iskandariyah pada tahun
696 H. dan makamnya terkenal di Iskandariyah. Lokasinya bersambung
dengan masjid Jami’. Dinding makamnya diukir dengan beberapa bait syair
Burdah dengan kaligrafi yang begitu indah. Masjid tersebut tidak begitu
jauh dari masjid dan makam gurunya, imam Abul Abbas Almursy. Dan ayah
beliau berasal dari Mesir daerah Bushir, salah satu desa Mesir Atas
(Mesir pedesaan).
Tulisan Langkah Kaki
Tampilkan postingan dengan label Profil Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Ulama. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Desember 2015
Senin, 17 November 2014
Manaqib Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim
Posted on 12.00 by Unknown
| No comments
Nasab Sayyidina Syekh Abu Bakar bin Salim Ra
As-Syekh Al Kabir Al-Qutb As-Syahir Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin
Abdurrahman bin Abdullah bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman
As-segaf bin Syekh Muhammad Maula Ad-Dawilayh bin Syekh Ali Shohibud Dark bin
Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam
muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin
Sayyidina Al-Imam Kholi Qosam bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina Al-Imam Muhammad
Shohib As-Shouma’ah bin Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin Sayyidina
Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin
Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin
Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin
Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin
Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu
‘Anhum Ajma’in.
Syeikh Abubakar bin Salim dilahirkan pada tanggal 13 Jumadil Akhir 919 H di kota Tarim, Yaman. Ia tumbuh dewasa menjadi seorang tokoh sufi yang masyhur sekaligus seorang yang alim dan mengamalkan ilmunya.
Syeikh Abubakar bin Salim dilahirkan pada tanggal 13 Jumadil Akhir 919 H di kota Tarim, Yaman. Ia tumbuh dewasa menjadi seorang tokoh sufi yang masyhur sekaligus seorang yang alim dan mengamalkan ilmunya.
Rabu, 01 Oktober 2014
Biografi Al Musnid Al Hafizh Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh
Posted on 11.23 by Unknown
| No comments
Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Ia dilahirkan pada hari senin, 27 Mei 1963 M [Kalender Hijriyah: 4 Muharram 1383]. Adalah seorang ulama dunia era modern. Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana ia mengawasi perkembangan di Dar-al Musthafa
dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen ia. Ia
masih memegang peran aktif dalam dakwah agama Islam, sedemikian aktifnya
sehingga ia meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai
negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.
Selasa, 30 September 2014
Manaqib Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa, Sang Raja Qalbu
Posted on 13.37 by Unknown
| No comments
Sanad guru jauh lebih kuat… Hingga kini kita Ahlussunnah wal Jamaah
lebih berpegang kepada silsilah guru (yaitu ia mempunyai riwayat
guru-guru yang bersambung hingga Rasul saw dan kau betul-betul
mengetahui bahwa ia benar-benar memanut gurunya)… kita berpedoman kepada
guru-guru yang bersambung sanadnya kepada Nabi saw ataupun kita
berpegang pada buku yang penulisnya mempunyai sanad guru hingga Nabi
saw… Ia (sanad guru) adalah bagai rantai emas terkuat yang tak bisa
diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak
seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw.
Pecinta Habibana HABIB Munzir bin Fuad Al-Musawwa lahir di Cipanas,
Cianjur, Jawa Barat, pada hari Jum’at, 23 Februari 1973, bertepatan
dengan tanggal 19 Muharram 1393H. Usai menyelesaikan sekolah lanjutan
tingkat atas, ia mulai mendalami ilmu ilmu syari’ah Islam, diantaranya
di Pesantren Al-Kifahi Ats-Tsaqafi, Bukit Duri, Jakarta Selatan,
mengambil kursus bahasa Arab di LPBA As-Salafi, Kebon Nanas, Jakarta
Timur, kemudian mondok lagi di Pesantren Al-Khairat, Bekasi Timur.
Saat di pesantren Al-Khairat itulah pertama kalinya ia bertemu Habib
Umar bin Hafidz, guru utamanya dikemudian hari. Kepada sang guru, ia
menekuni pelajaran selama empat tahun, yaitu di Ma’had Darul Mushthafa,
Tarim Hadhramaut, Yaman Selatan.
Rabu, 24 September 2014
Manaqib Syekh Abul Hasan Ali Asy Syadzili R.A
Posted on 09.38 by Unknown
| No comments
![]() | |
| Maulana Al Habib M. Luthfi bin Yahya Mursyid Thoriqoh Syadziliyah |
Kelahiran, Nasab dan Masa Kecil Syekh Abil Hasan Asy Syadzili
Asy Syekh al Imam al Quthub al Ghouts
Sayyidinasy Syarif Abil Hasan Ali asy Syadzili al Hasani bin Abdullah bin Abdul
Jabbar, terlahir dari rahim sang ibu di sebuah desa bernama Ghomaroh, tidak
jauh dari kota Saptah, negeri Maghrib al Aqsho atau Marokko, Afrika Utara
bagian ujung paling barat, pada tahun 593 H / 1197 M. Beliau merupakan
dzurriyat atau keturunan ke dua puluh dua dari junjungan kita Nabi Besar
Muhammad SAW, dengan urut-urutan sebagai berikut, asy Syekh Abil Hasan Ali asy
Syadzili adalah putra dari :
1. Abdullah, bin
2. Abdul Jabbar, bin
3. Tamim, bin
4. Hurmuz, bin
5. Khotim, bin
6. Qushoyyi, bin
7. Yusuf, bin
8. Yusa', bin
9. Wardi, bin
10. Abu Baththal, bin
11. Ali, bin
12. Ahmad, bin
13. Muhammad, bin
14. 'Isa, bin
15. Idris al Mutsanna, bin
16. Umar, bin
17. Idris, bin
18. Abdullah, bin
19. Hasan al Mutsanna, bin
20. Sayyidina Hasan, bin
21. Sayyidina Ali bin Abu Thalib wa Sayyidatina Fathimah az Zahro' binti
22. Sayyidina wa habibina wa syafi'ina Muhammadin, rosulillaahi shollolloohu 'alaihi wa aalihi sallam.
1. Abdullah, bin
2. Abdul Jabbar, bin
3. Tamim, bin
4. Hurmuz, bin
5. Khotim, bin
6. Qushoyyi, bin
7. Yusuf, bin
8. Yusa', bin
9. Wardi, bin
10. Abu Baththal, bin
11. Ali, bin
12. Ahmad, bin
13. Muhammad, bin
14. 'Isa, bin
15. Idris al Mutsanna, bin
16. Umar, bin
17. Idris, bin
18. Abdullah, bin
19. Hasan al Mutsanna, bin
20. Sayyidina Hasan, bin
21. Sayyidina Ali bin Abu Thalib wa Sayyidatina Fathimah az Zahro' binti
22. Sayyidina wa habibina wa syafi'ina Muhammadin, rosulillaahi shollolloohu 'alaihi wa aalihi sallam.
Kamis, 11 September 2014
Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf “The Contender”
Posted on 17.29 by Unknown
| No comments
Di tengah riuh ramainya bumi Indonesia
dengan persoalan-persoalan di segala lini kehidupan, muncullah sosok
Habib Syech “the Contender” yang datang menandingi (melawan) dengan
“Gerakan Shalawat”nya.
“Rasul adalah orang yang paling bahagia
jika umatnya bisa bahagia. Salawat kepada Nabi bisa disuarakan dalam
kondisi apapun, bahkan saat harus berjuang menegakkan kebenaran”, kata
Mahfud MD dalam Pengajian Akbar IPHI bersama Habib Syekh yang dihadiri
ribuan umat muslim di Lap. Kota Barat, Solo (7/4/2012)
Rabu, 11 Juni 2014
The Smiling Habib, Al-Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi
Posted on 12.15 by Unknown
| No comments
Habib
Anis lahir di Garut Jawa Barat, Indonesia pada tanggal 5 Mei 1928. Ayah
beliau adalah Habib Alwi. Sedangkan ibu beliau adalah syarifah
Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo.
Setelah berpindah-pindah rumah di kota Solo, ayah beliau menetap di
kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.
Sejak
kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di
madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Pada
usia 22 tahun, beliau menikahi Syarifah Syifa binti Thaha Assagaf,
setahun kemudian lahirlah Habib Ali.
Tepat
pada tahun itu juga, beliau menggantikan peran ayah beliau, Habib Alwi
yang meninggal di Palembang. Habib Ali bin Alwi Al Habsyi adik beliau
menyebut Habib Anis waktu itu seperti “anak muda yang berpakaian tua”.
Senin, 19 Mei 2014
Kitab Tauhid Aqidaqul Awam
Posted on 17.26 by Unknown
| No comments
Asal Usul Nazham 'Aqidatul 'Awam
Kitab Nazhom 'Aqidatul 'Awam karangan Sayyidh Ahmad Al-Marzuqi bermula dari mimpi Sayyid Ahmad Marzuqi pada malam Juma'at pertama di bulan Rajab tahun 1258 H yang bertemu dengan Rasululloh saw dan para sahabatnya, dalam mimpi tersebut Rasululloh saw berkata kepada Sayyid Ahmad Al-Marzuki "Bacalah Manzhumah Tauhid " barang siapa yang menghafalnya dia akan masuk ke dalam syurga dan mendapatkan segala macam kebaikan, yang sesuai dengan maksud Al-Qur'an dan Sunnah ."
Sayyid Ahmad Marzuqi pun bingung dan bertanya kepada Rasululloh saw "Nadzhom apa ya Rosululloh..??. Para sahabat menjawab " Dengarkan saja apa yang akan Rasululloh saw ucapkan " . Nabi Muhammad saw berkata " Ucapkan..
أبـْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ والـرَّحْـمَنِ
Jumat, 16 Mei 2014
PROFIL MAWLANA SYAIKH NAZIM ADIL AL HAQQANI QS
Posted on 16.21 by Unknown
| No comments
Grand Shaykh Nazim Adil Haqqani merupakan Mursyid ke-40 dalam mata
rantai Thariqah Naqshbandi al-Haqqani, setelah Shaykh Abdullah Faiz
Ad-Daghestani (q), 'Damaskus. Beliau dilahirkan di Larnaka, Cyprus
hari Ahad, pada tanggal 23 April 1922 (28 Sya ban 1340 h). Dari jalur
Ayahnya beliau adalah keturunan dari As Sayyid Shaykh Abdul Qadir Al
Jailani, Qutub Thariqah Qadiriah. Sedangkan dari Ibunya beliau keturunan
dari Mawlana Jalaluddin Rumi, yang juga keturunan dari Hassan-Husein,
cucu Nabi Muhammad SAW.
Profil Al Habib Naufal bin Muhammad Al 'Aydrus
Posted on 16.16 by Unknown
| No comments
Beliau; Habib Naufal bin Muhammad al ‘Aydrus ~ الحبيب نوفل ابن محمّد العيدروس - akrab dipanggil Habib Novel atau Habib Noval - adalah putra pertama pasangan Muhammad al ‘Aydrus dengan Luluk al Habsyi. Ia merupakan alumnus
SD dan SMP di Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro Solo. Lulusan SMAN 2
Solo itu kemudian melanjutkan ke Pesantren Darul Lughah wad Dakwah yang
terletak di Desa Raci, Pasuruan, Jatim.
“Saya sebenarnya ingin melanjutkan ke
perguruan tinggi. Saya tidak mendapatkan izin Ibu. Beliau tidak ingin
saya pergi jauh darinya. Akhirnya saya berangkat ke Pesantren Darul
Lughah wad Dakwah. Pesantren tersebut diasuh oleh almarhum Ustad Hasan
Baharun,” terang suami Fatimah Qonita itu.
Ayahanda Ahmad Anis, Nur’aliyah dan ‘Ali ‘Abdul Qadir
tersebut mengatakan ibunya hanya mengizinkan dirinya belajar di
pesantren tersebut selama enam bulan. Ditambah masa percobaan satu
bulan, akhirnya Habib Novel menjadi santri selama 7 bulan.
Langganan:
Postingan (Atom)














