Tampilkan postingan dengan label Tausiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Desember 2015

[Download PDF] Qasidah Burdah Imam Al Bushiry

Imam Albushiry adalah pribadi terkemua seorang seorang yang alim lagi mengamalkan ilmunya, seorang shaleh yang tenggelam dalam mencintai Allah dan Rasulullah-Nya. Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammand bin Sa’id bin Hammad bin Abdillah bin Alshonhaji Albushiry Almishry, asal keturunan dari Maghrib (Moroko) dari Qal’ah Hammad, dari suku yang dikenal dengan bani Habnun. Ia dilahirkan di daerah Dallas pada hari selasa tanggal 01 Syawwal 608 H. dan wafat di Iskandariyah pada tahun 696 H. dan makamnya terkenal di Iskandariyah. Lokasinya bersambung dengan masjid Jami’. Dinding makamnya diukir dengan beberapa bait syair Burdah dengan kaligrafi yang begitu indah. Masjid tersebut tidak begitu jauh dari masjid dan makam gurunya, imam Abul Abbas Almursy. Dan ayah beliau berasal dari Mesir daerah Bushir, salah satu desa Mesir Atas (Mesir pedesaan).

Jumat, 14 Agustus 2015

ISLAM MENDUKUNG TRADISI YANG BAIK

WAHABI: “Mayoritas umat Islam Indonesia itu ahli bid’ah, karena mereka masih kuat memegang tradisi-tradisi yang berkembang dari nenek moyang mereka sebelumnya. Sedangkan Islam itu jelas anti tradisi. Islam itu hanya al-Qur’an dan hadits saja.’
 
SUNNI: “Pernyataan Anda berangkat dari konsep yang keliru, yakni beranggapan bahwa Islam anti tradisi. Padahal tidak demikian. Dalam pernyataan Anda ada dua kesalahan fatal. Pertama, menganggap dasar Islam hanya al-Qur’an dan hadits. Padahal sejak masa ulama salaf, dasar agama itu ada empat, al-Qur’an, hadits, ijma’ dan Qiyas. Kedua, Anda berasumsi bahwa Islam anti tradisi. Padahal tidak demikian. Tradisi itu ada yang dapat diterima oleh Islam dan ada yang tidak dapat diterima. Cara berpikir Anda sangat picik dan sempit.”WAHABI: “Mana dalil Anda bahwa Islam dapat menerima tradisi?”
 
SUNNI: “Anda harus memahami, bahwa Islam itu agama. Islam bukan budaya dan bukan tradisi. Tapi harus dipahami bahwa Islam tidak anti budaya dan tradisi. Bahkan ketika suatu budaya dan tradisi masyarakat yang telah berjalan tidak dilarang dalam agama, maka dengan sendirinya menjadi bagian dari syari’ah Islam. Demikian ini sesuai dengan dalil-dalil al-Qur’an, Hadits dan atsar kaum salaf yang dipaparkan oleh para ulama dalam kitab-kitab yang mu’tabar (otoritatif).

Sabtu, 27 Juni 2015

MENIKAH DAN BERPUASA



Sekitar tujuh tahun yang lalu, ketika hendak menikah, saya mendatangi guru saya untuk meminta nasihat tentang pernikahan.
Sebagai seorang laki-laki, ada sejumlah kebimbangan dalam hati saya. Di satu sisi, saya ingin segera menikah karena saya merasa sudah menemukan ‘jodoh’ saya. Di sisi lain, saya masih merasa belum mampu menjalani pernikahan tersebut—terkait kesiapan mental, kesiapan batin, terlebih kesiapan materi karena barangkali kelak saya yang akan memegang tanggung jawab finansial lebih besar dalam rumah tangga.
“Kalau kamu belum mampu menikah, berpuasalah!” Kalimat itulah yang pertama kali diucapkan guru saya setelah saya menceritakan semuanya. Dingin dan datar.
Rasanya saya ingin bertanya, apakah puasa akan menyelesaikan masalah-masalah yang saya keluhkan? Apakah puasa akan membuat saya siap secara fisik, mental, batin, bahkan finansial? Namun, saya tak berani mempertanyakan semua itu kepada guru saya, hingga saya menanyakan hal lainnya.
“Saya mengerti tentang bahwa kita harus menahan diri, Kiai, menjaga pandangan dan kehormatan,” ujar saya, berusaha memberanikan diri, “Tapi saya ingin menikah bukan karena saya tidak bisa menahan nafsu seksual saya…”

Jumat, 26 Desember 2014

MAULID NABI : MENGHIDUPKAN ISLAM

Bila bulan Maulid Nabi tiba, Kaum Muslimin menyambutnya dengan penuh suka cita. Mereka menyebut dengan beragam nama ; Maulid, Maulud, Muludan, Mevlut dan lain-lain, tetapi maknanya sama: Hari Kelahiran. Dan istilah ini selalu dihubungkan dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Para sejarawan mencatat: Muhammad bin Aminah dan Abdullah, lahir Senin, 12 Rabi’ al awwal, atau 20 April 571 M, di rumah Abd al-Muthallib (kakeknya) dan dibidani oleh Al-Syifa, ibunda Abd al Rahman bin ‘Auf. Ayahnya;Abd Allah, tak hadir saat yang membahagiakan itu. Ia telah wafat ketika janin Muhammad berusia 2 bulan dalam kandungan ibunya. Bayi Muhammad disusui pertama kali oleh Tsuwaibah, sahaya perempuan pamannya; Abu Lahab dan Halimah al Sa’diyyah untuk masa berikutnya. Aminah mengasuhnya sampai usia Muhammad 6 tahun. Ia wafat di Abwa, sebuah desa antara Makkah dan Madinah, dalam perjalanan pulang dari ziarah ke makam paman-pamannya di Madinah. Pengasuhan selanjutnya dipercayakan kepada Umm Ayman, sahaya perempuan dari Etiopia.

Kamis, 16 Oktober 2014

KENDALIKAN MATAMU



Oh mata...
Terkadang kau jadi sumber bencana.

Seorang laki-laki berkata: “aku bingung tentang perihal istriku. Saat aku baru mengenalnya aku melihatnya sebagai wanita tercantik di dunia. Setelah aku bertunangan dgn nya aku melihat bahwa banyak yang secantik dirinya. Setelah aku menikahinya justru aku merasa banyak yg lebih cantik darinya. Setelah beberapa tahun kami berumah tangga dan mempunyai anak maka setiap aku melihat wanita lain aku merasa semua wanita seakan lebih cantik dari istriku.”

Seorang bijak yg mengetahui akan gejolak perasaannya berkata kepadanya:
“Maukah engkau kuberitahu sesuatu yang lebih dahsyat dari yang engkau fikirkan?”

Selasa, 14 Oktober 2014

Nama-Nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam


Di antara tanda-tanda kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nama beliau yang tidak tunggal, akan tetapi beliau memiliki beberapa nama. Nama yang berbilang ini menunjukkan keistimewaan dan kesempurnaan sifat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah Allah tegaskan beliau memiliki akhlak yang sempurna, Allah juga berikan beliau nama-nama khusus yang semakin menunjukkan keistimewaan tersebut.

Di antra nama-nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

Pertama, Muhammad dan Ahmad. Nama Muhammad adalah nama paling masyhur banyak tersebut di dalam Alquran dan hadis. Seperti dalam firman Allah,

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئاً وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

NEGERI TANPA AYAH


1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola

2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak 

3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi

4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja 

Senin, 13 Oktober 2014

Allah Selalu Bersama Kita - Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al Habsyi

 

  •  Allah tidak pernah mengacuhkanmu disaat banyak manusia mengacuhkanmu…
  • Allah tidak pernah bosan mendengarkan keluhanmu tatkala manusia bosan dan enggan untuk mendengarkan keluhanmu….
  • Allah tidak pernah meninggalkamu sendirian (jika engkau bersandar kepadanya) disaat manusia meninggalkanmu…
  • Allah tidak pernah merendahkanmu (jika kamu taat kepadanya) disaat banyak manusia merendahkanmu karena kurangnya harta dan kedudukanmu, karena kebanyakan manusia hanya mengukur kehormatan seseorang dengan hartanya…

Sabtu, 27 September 2014

CIRI-CIRI TEMAN YANG SHOLIH DAN MANFAAT BERGAUL DENGANNYA

» Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim).

(*) FAEDAH ILMIYAH DARI HADITS INI:
1. Hadits ini menunjukkan Wajibnya Mencari Teman yang Baik dan Menjauhi Teman yang Jelek.
2. Teman yang Baik memiliki ciri-ciri dan sifat. Diantaranya:
» Selalu berupaya mengajakmu kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.

Senin, 22 September 2014

PENGARUH TABIAT ISTRI TERHADAP CARA SUAMI MENCARI NAFKAH


 Hasan al-Bashri berkata:
"Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain."

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:"Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?"Ia menjawab : "Iya benar"Aku bertanya lagi:"Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!"Ia pun bercerita:"Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit. 

Jumat, 19 September 2014

Masalah Boncengan

Diambil dari Web Resmi Majelis Rasulullah link berikut

masalah boncengan - 2013/07/18 18:54  assalamu'alaikum ya habibana
semoga segala keindahan dan kesehatan selalu tertuju kepada habibana dengan cahaya yang berbinar binar tanpa henti sepanjang masa

maaf ya habibana jika saya mengganggu habib dengan pertanyaan ini tapi sampai sekarang saya masih bingung dengan anak majelis-majelis yang suka berbonccengan dengan yang bukan muhrim ke majelis-majelis dimanapun berada .

Rabu, 10 September 2014

BEKAL PENTING PERNIKAHAN YANG SERING DILALAIKAN


Dalam kitab Tatsbit al-Fuad, al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menyebutkan tentang adanya penyakit yang menimpa banyak anak kecil pada saat itu, sehingga banyak diantara mereka yang meninggal dunia. Mengomentari hal tersebut, Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad mengatakan:
“Mungkin berjatuhannya korban kematian mereka itu disebabkan beberapa perkara, seperti ketidakberesan yang terjadi dalam pernikahan orang tua mereka walaupun kita tidak mengatakn itu sebagai zina. Atau mungkin juga disebabkan karena kurang peduli dengan kesucian ketika bersetubuh serta adab-adabnya, seperti dzikir dan sebagainya.

Selasa, 09 September 2014

Benarkah Kau Mencintai Anakmu? by Jamil Azzaini

Menurut saya, mencintai anak itu ditandai beberapa hal. Pertama, kita mampu membantu anak menemukan potensi dan kekuatan dirinya. Setiap anak pasti punya kelebihan dan kekuatan masing-masing. Jangan "paksa" anak belajar banyak keterampilan padahal boleh jadi itu tidak sesuai potensinya.

Sabtu, 06 September 2014

MAUKAH KAU JADI WANITA SEJATI?

  • Wanita sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menutupi bentuk tubhnya.
  • Wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada di balikmya.
  • Wanita sejati bukanlah dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari keihklasan ia memberikan kebaikan itu.

Syair Majnun #2


Aku melewati dinding ini, dinding Layla. | 
Dan saya mencium tembok ini dan dinding yang ini. |

Selasa, 02 September 2014

7 Manfaat Menikah di Usia Muda

Ilustrasi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para syabab untuk menikah. Umumnya, istilah syabab diterjemahkan sebagai “pemuda.” Berapakah usianya? Ustadz Fauzil Adhim dalam buku Indahnya Pernikahan Dini menjelaskan, syabab adalah sesesorang yang telah mencapai masa aqil-baligh dan usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Asalkan sudah memiliki ba’ah (kemampuan), maka ia dianjurkan untuk segera menikah. Dan kini terbukti, banyak manfaat menikah di usia muda sebagaimana perintah Rasulullah ini.
يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)

Kamis, 21 Agustus 2014

Kapan mengucapkan SUBHANALLAH dan kapan mengucapkan MASYA ALLAH


Copas dari FP Resmi KH Muhammad Arifin Ilham
 
Jazaakumullah INILAH ISLAM, izinkan abang share tentang "Kapan mengucapkan SUBHANALLAH dan kapan mengucapkan MASYA ALLAH". Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah "Subhanallah" sering tertukar dengan ungkapan "Masya Allah". Ucapkan "Masya Allah" kalau kita merasa kagum. Ucapkan "Subhanallah" jika melihat keburukan! SELAMA ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah). Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna “hal itu terjadi atas kehendak Allah”. Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian). Ucapan Masya Allah. Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”.Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”.

Senin, 19 Mei 2014

Kitab Tauhid Aqidaqul Awam


Asal Usul Nazham 'Aqidatul 'Awam

Kitab Nazhom 'Aqidatul 'Awam karangan Sayyidh Ahmad Al-Marzuqi bermula dari mimpi Sayyid Ahmad Marzuqi pada malam Juma'at pertama di bulan Rajab tahun 1258 H yang bertemu dengan Rasululloh saw dan para sahabatnya, dalam mimpi tersebut Rasululloh saw berkata kepada Sayyid Ahmad Al-Marzuki "Bacalah Manzhumah Tauhid " barang siapa yang menghafalnya dia akan masuk ke dalam syurga dan mendapatkan segala macam kebaikan, yang sesuai dengan maksud Al-Qur'an dan Sunnah ."

Sayyid Ahmad Marzuqi pun bingung dan bertanya kepada Rasululloh saw "Nadzhom apa ya Rosululloh..??. Para sahabat menjawab " Dengarkan saja apa yang akan Rasululloh saw ucapkan " . Nabi Muhammad saw berkata " Ucapkan..
أبـْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ والـرَّحْـمَنِ

Senin, 12 Mei 2014

MUDAHKANLAH URUSAN ORANG LAIN

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).
Apabila kita mengetahui bahwa sebenarnya kita mampu berbuat sesuatu untuk menolong kesulitan orang lain, maka segeralah lakukan, segeralah beri pertolongan. Terlebih lagi bila orang itu telah memintanya kepada kita. Karena pertolongan yang kita berikan, akan sangat berarti bagi orang yang sedang kesulitan. Cobalah bayangkan, bagaimana rasanya apabila kita berada di posisi orang yang meminta pertolongan pada kita, Dan sungguh Allah SWT sangat mencintai orang yang mau memberikan kebahagiaan kepada orang lain dan menghapuskan kesulitan orang lain.

MENUTUP MULUT KETIKA MENGUAP DAN JANGAN MENGELUARKAN SUARA

Dinukil dari kitab Gidza'ul Al bab karangan Syeh Muhammad as Safarini
( وغط ) أيها المتثائب ( فما ) حيث غلبك ولم تستطع كظمه ( واكظمه ) إن استطعت فإن المسنون لك إذا تثاءبت أن تكظم ، والكظم مسك فمه وانطباقه لئلا ينفتح مهما استطاع ، فإن غلب التثاؤب غطى الفم بكم أو غيره كيده ، { ولقوله صلى الله عليه وسلم إذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع } وفي رواية { فليضع يده على فمه فإن الشيطان يدخل مع التثاؤب }
Dan tutupilah mulutmu wahai orang yang menguap jika engkau tidak mampu menahannya, dan tahanlah jiak engkau mampu karena yang disunnahkan ketika menguap adalah menahannya.
yang dimaksud menahan adalah mencegah mulut dan menutupnya agar tidak terbuka selagi mampu. jika tidak mampu maka tutupilah mulutmu dengan lengan baju atau selainnya misalnya dengan tangan.
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : " jika salah seorang diantara kalian menguap maka tahanlah semampunya."