Aku dengar dari senandung angin malam
dan gemericik air hujan, "Oh rasa cinta, bersabarlah, menantinya".
Adakah itu pesanmu, kekasih?
Aku dengungkan ditelingaku, "rindu
bukanlah hal yang mudah luntur. Inshomia abadi menimpanya. Dia enggan menutup
mata. Selamanya. Sampai saat pertemuan diatur, beginilah adanya rindu. Kepadamu kekasih. Kepadamu."
Seharusnya para pujangga membuat satu
kata baru lagi. Yang bisa menjelaskan benar-benar tentang perasaanku saat ini.
Satu kata diatas kata sayang. Yang lebih dari kata cinta. Karena kata cinta
saja, belum mampu menerjemahkan apa yang ada didalam hati ini.
Bisakah? Ah, aku pun tak tahu.


















