Rabu, 01 April 2015

Sampai Saat Pertemuan Diatur




Aku dengar dari senandung angin malam dan gemericik air hujan, "Oh rasa cinta, bersabarlah, menantinya". Adakah itu pesanmu, kekasih?
Aku dengungkan ditelingaku, "rindu bukanlah hal yang mudah luntur. Inshomia abadi menimpanya. Dia enggan menutup mata. Selamanya. Sampai saat pertemuan diatur, beginilah adanya rindu. Kepadamu kekasih. Kepadamu."
Seharusnya para pujangga membuat satu kata baru lagi. Yang bisa menjelaskan benar-benar tentang perasaanku saat ini. Satu kata diatas kata sayang. Yang lebih dari kata cinta. Karena kata cinta saja, belum mampu menerjemahkan apa yang ada didalam hati ini.
Bisakah? Ah, aku pun tak tahu.

Jumat, 27 Maret 2015

OK DEAL, KE KEBUN TEH



Malam tanggal 29 Desember 2012, saat hujan dengan istiqomahnya membasahi bumi. Suara gemericik air yang begitu berisik mengusik ketenangan desa. Saat orang-orang memilih ndekem di rumah masing-masing. Tapi tidak untukku.
Aku tengah duduk santai menikmati bekunya udara dengan segelas kopi hitam dan memegang sebatang rokok di sela-sela jari.
Tiba-tiba dering ringtone nokia merangsak masuk ketelingaku. Kuangkat dengan santai handphone-ku tanpa melihat siapa yang menelpon.
“Halo, Assalamu’alaikum,” tanyaku sambil menghembuskan kuat-kuat asap tembakau untuk mengusir bekunya udara.
“Wa’alaikumsalam,” jawabnya begitu lembut, “Gimana besuk? Jadi ke kebun teh Kemuning?”
Aku kenal betul suara ini. Seorang gadis desa sebelah yang dulunya langsing. Dulu. Catat, itu dulu. Kalau sekarang mah montox.  Yang memiliki senyum khas yang tak dimiliki wanita lainnya.
“Kalau kamu ndak capek, ayo,” jawabku.
Sengaja aku menanyakan hal itu, karena perjalanan Jakarta – Sukoharjo itu bukan jarak yang selangkah dua langkah sampai. Butuh waktu sekitar 12-13 jam perjalanan kalau menaiki bus dan sekitar 8 jam perjalanan kalau dengan kereta api. Waktu segitu cukuplah untuk meneposkan bokong. Kalau mabur mah hanya butuh 1 jam. Sayang dia milih nitih kereta api.

Rabu, 25 Maret 2015

Sisilainman Senyuman



Senyuman itu menyejukkan. Cara kerjanya mirip seperti doa. Itulah ekspresi kebahagiaan atau haru mendalam dari hati yang memanjat keluar lewat bibir. Sumringah mulai menjamah ke setiap jengkal wajah. Kadang kala air mata itu merangkak keluar menjadi pelengkap keyakinan akan bahagianya hati.
Tanpa kata. Tanpa suara. Segala kebaikan doa terpanjatkan kepada yang diberi senyuman. Tulus dan ikhlas. Bahkan, doa dengan basahan air mata tak mampu menandingi kemustajaban doa dengan senyuman. Karena senyuman tak membawa embel-embel ingin didengar ataupun dibalas. Senyuman adalah keikhlasan tingkat tinggi yang dianugrahkan Tuhan kepada setiap insan manusia. Ialah perbuatan yang tak bisa dibuat-buat. Karena ia adalah anugrah Maha Agung. Yang setiap orang ingin bisa melakukannya ataupun ingin mendapatkannya. Terutama dari yang dicintainya.
-------

Selasa, 17 Maret 2015

Keindahan, Kebahagiaan dan Syukur



Dunia memang diselimuti berjuta keindahan oleh Tuhan. Gunanya untuk manusia memikirkan untuk apakah keindahan itu diciptakan.  Untuk lebih mengenal Tuhankah? Atau hanya untuk diambil manfaatnya saja, lalu dengan arogannya melupakan Tuhan? Nah itu tinggal apa yang ada dalam niat individukan?
Tapi pikirkan begini. Bila sudah ada yang lebih indah berjuta kali dari keindahan itu disandingnya, dan berdua menyatu menjadi keindahan itu sendiri, apakah ada waktu yang mengalihkan perhatiannya? Kita sudah menjadi keindahan itu lho. Lirikkan itu hanya sebatas lirikkan sejenak, dan seketika kembali kepada keindahan atas dirinya sendiri. Telah nyaman dengan keadaan begini. Memuji kebesaran Tuhan yang telah menciptakan suasana hati yang dapat merasakan beginilah keindahan sendiri. Kita melihat berbagai keindahan, namun cipatakanlah keindahan itu sendiri, bukan terpaku keindahan orang lain.

Senin, 16 Maret 2015

Percikan Isi Hati #1



Aku pun pada setiap malamnya. Ketika bersujud kepadaNya. Memohon agar ditunjukkan benar-benar, apakah cinta murni itu sebenarnya? Lewat doa, buku, artikel dan pelajaran pengalaman kucari benar-benar. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menunjukkannya. Hingga pada suatu saat aku menemukan sedikit yang menerangkan tentang cinta murni itu. Ditulis oleh Ulama Besar Indonesia tempo dulu. Buya Hamka, dalam novel legendaris yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Sabtu, 07 Februari 2015

SEKELUMIT TENTANG KOPI




Hukum asal ngopi adalah halal,namun bisa berubah sesuai tujuannya. apabila ngopi dgn tujuan dapat membantu melakukan ibadah maka hukumnya sunah.jika tujuannya dapat membantu melakukan perkara mubah maka hukumnya mubah/boleh.jka tujuannya unt membantu melakukan perkara makruh maka hukumnya makruh.dan bila dgn tujuan unt membantu melakukan perkara harom maka hukumnya harom.

Sabtu, 31 Januari 2015

Mukaddimah Proposal



Duhai ALLAH
Inilah Proposal Cintaku


Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirabbil’alamin
Kumulai proposal ini atas nama Allah yang telah memberikan kehidupan pada jiwa dan memberikan pertolongan kepada hati – hati setiap hambanya.
Pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya mutlak : Ia melihat dan mendengar segala-galanya, bahkan doa makhluk-makhluk yang tak dapat berbicaya.
Dialah yang membagi dunia menjadi terang dan gelap. Dialah yang membagikan waktu pada setiap makhluk dibumi ini, dari burung – burung di udara hingga ikan – ikan di kedalaman laut.
Ia telah membuat langit berkilauan dengan bintang-bintang dan memenuhi bumi dengan manusia dengan ras serta warna kulit yang berbeda-beda. Ia telah memberikan jiwa kepada setiap pria dan wanita, dan Ia telah menyalakan jiwa itu dengan obor yang diberi nama akal dan pikiran, sehingga setiap manusia di Ciptakan-Nya bisa mendapatkan penyelamatan. Dan Engkaulah satu-satunya yang mendengar doa mereka-mereka yang membutuhkan-Mu.

RAHASIA DI BALIK LAHIRNYA NAHDLATUL ULAMA (NU)

Teks Translit Pidato KH. As'ad Syamsul Arifin

(KH As’ad Syamsul Arifin adalah pelaku sejarah berdirinya NU, beliaulah yang menjadi media penghubung dari KH. Kholil Bangkalan yang memberi isyarat agar KH. Hasyim Asyari mendirikan Jam’iyah Ulama yang akhirnya bernama Nahdlatul Ulama. Pidato ini awalnya berbahasa Madura dan berikut adalah translit selengkapnya).

Assalamu’alaikum Wr. Wb. yang akan saya sampaikan pada Anda tidak bersifat nasehat atau pengarahan, tapi saya mau bercerita kepada Anda semua. ANDA suka mendengarkan cerita? (Hadirin menjawab: Ya).

Kalau suka saya mau bercerita. Begini saudara-saudara. Tentunya yang hadir ini kebanyakan warga NU, ya? Ya? (Hadirin menjawab: Ya).

Kalau ada selain warga NU tidak apa-apa ikut mendengarkan. Cuma yang saya sampaikan ini tentang NU, Nahdlatul Ulama. Karena saya ini orang NU, tidak boleh berubah-ubah, sudah NU. Jadi saya mau bercerita kepada anda mengapa ada NU?

Kamis, 22 Januari 2015

KALBU RINDU


Tak bisa aku bayangkan indah pesona wajah Cinta
Jiwa dan raga hanya mampu berserah,
Kepada Dzat Maha Cinta yang Teduh
KepadaNya, aku sandarkan rindu yang rapuh

Jika takut mengakui Rindu melukai kalbu
Simpan saja dalam hati, biar Cinta terbenam sepi
Yang selamat dari deru menghujam rindu adalah
Dia yang pada mulanya sekarat menghadang ragu

Rabu, 14 Januari 2015

TUHAN TAK PERNAH MENCIPTAKAN PRODUK GAGAL



Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal - Comic 8
Jika kita adalah anak muda yang memimpikan keberhasilan di usia 30 nanti, kita harus memiliki prinsip bahwa keberhasilan yang sejati merupakan akumulasi dari kegagalan. Semboyan ini tentu bukan hanya menjadi kalimat penghibur tapi dapat menjadi ‘vitamin’ yang terbukti ampuh memunculkan semangat kita kembali kala kegagalan datang menghantam. Doa disertai Usaha keras dan kerendahan hati menyerahkan segalanya pada Tuhan merupakan formulasi yang akan mengantarkan kita pada keberhasilan. Karena tak ada orang yang dilahirkan ke dunia untuk gagal. Tuhan tak sebegitu jahatnya menciptakan kita hanya untuk menanggung kegagalan.

Senin, 05 Januari 2015

KEMARIN ITU...




 Hari itu memang mendung, tapi matamu mendahuluinya. Bukan bukannya aku tak mau. Hanya saja sadar, bahwa belum pantas aku menawarkan pundakku untuk sedikit mengurangi beban yang ada dikepalamu. Biarlah pundakku menjelma menjadi beberapa kalimat penenang untukmu, walau banyak yang tidak bisa membantu.
Badai dalam dada mulai mengeluarkan petir yang sedikit demi sedikit mengeluarkan air hujannya lewat kedua matamu. Aku melihatnya, sekilas. Setelah itu engkau melesatkan wajah ke arah lain. Selalu saja, engkau berusaha menyembunyikan perasaan yang selalu menjadi sebab badai dihatimu itu. Tak ingin seorang pun tahu. Rapat rapat engkau simpan. Tapi itu percuma, sebagai lelaki aku faham betul akan keadaan seperti itu. Aku juga punya ibu yang sering melakukan hal yang sama.
Suasana sejenak hening. Hanya suara gemericik air yang di dorong oleh angin berciuman dengan batu tanggul. Dingin semilir angin sepertinya berhasil menenangkan hatimu. Kulihat engkau kembali menorehkan senyum ke arahku meski air di matamu belum sempurna kau hilangkan.
~oo~

Jumat, 26 Desember 2014

MAULID NABI : MENGHIDUPKAN ISLAM

Bila bulan Maulid Nabi tiba, Kaum Muslimin menyambutnya dengan penuh suka cita. Mereka menyebut dengan beragam nama ; Maulid, Maulud, Muludan, Mevlut dan lain-lain, tetapi maknanya sama: Hari Kelahiran. Dan istilah ini selalu dihubungkan dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Para sejarawan mencatat: Muhammad bin Aminah dan Abdullah, lahir Senin, 12 Rabi’ al awwal, atau 20 April 571 M, di rumah Abd al-Muthallib (kakeknya) dan dibidani oleh Al-Syifa, ibunda Abd al Rahman bin ‘Auf. Ayahnya;Abd Allah, tak hadir saat yang membahagiakan itu. Ia telah wafat ketika janin Muhammad berusia 2 bulan dalam kandungan ibunya. Bayi Muhammad disusui pertama kali oleh Tsuwaibah, sahaya perempuan pamannya; Abu Lahab dan Halimah al Sa’diyyah untuk masa berikutnya. Aminah mengasuhnya sampai usia Muhammad 6 tahun. Ia wafat di Abwa, sebuah desa antara Makkah dan Madinah, dalam perjalanan pulang dari ziarah ke makam paman-pamannya di Madinah. Pengasuhan selanjutnya dipercayakan kepada Umm Ayman, sahaya perempuan dari Etiopia.

Rabu, 24 Desember 2014

Semakin Sepuh, Semakin Ampuh


Jujur saja saya seringkali kasihan dengan Gus Dur. Beliau itu bisa dibilang kiyai sepuh NU yang paling malang.
Sepanjang hidupnya dicaci maki oleh orang-orang awam yang tidak sadar dirinya masih awam. Kalangan santri yang benar-benar mengaji agama dengan serius saja terkadang bingung dengan tindakan para kiyai sepuh, apalagi hanya sekelas wartawan dan cendekiawan muslim perkotaan yang senang mengaji secara instan.
Seandainya, sekali lagi seandainya, Gus Dur memilih berdiam di zona nyaman, yaitu hanya mengurusi nahdliyyin, almarhum pasti tidak mengalami kisah hidup yang penuh hujatan. Hal itu karena di internal nahdliyyin ada semacam “sabuk pengaman”, yaitu; yang masih santri, gus, dan kiyai dilarang berburuk sangka kepada kiyai sepuh. Sebutan “kiyai sepuh” sendiri pada dasarnya adalah bahasa halusnya kiyai NU yang terindikasi kuat adalah wali.