Sabtu, 22 Maret 2014

Kenapa Amalan di Terima ?

“Kalau bukan karena indahnya tutupnya Allah swt, maka tak satu pun amal diterima.”Kenapa demikian? Sebab nafsu manusia senantiasa kontra dengan kebajikan, oleh sebab itu jika mempekerjakan nafsu, haruslah dikekang dari sifat atau karakter aslinya."

Dalam firmanNya: “Siapa yang yang menjaga nafsunya, maka mereka itulah orang-orang yang menang dan bahagia.”(Al-Hasyr 9)
Nafsu, ketika masuk dalam kinerja amaliah, sedangkan nafsu itu dasarnya adalah cacat, maka yang terproduksi nafsu dalam beramal senantiasa cacat pula. Kalau toh dinilai sempurna, nafsu masih terus meminta imbal balik, dan menginginkan tujuan tertentu, sedangkan amal itu inginnya malah ikhlas. Jadi seandainya sebuah amal diterima semata-mata bukan karena amal ansikh, tetapi karena karunia Allah Ta’ala pada hambaNya, bukan karena amalnya.

Jumat, 22 November 2013

OASE IMAN BUYA YAHYA

Sabtu, 16 November 2013

Aku Tidak Berharap Surga dan Neraka

Seorang lelaki bertanya kepada Imam Abu Hanifah, ”Bagaiman pendapatmu tentang seseorang yang berkata: ”Aku tidak berharap surga, tidak takut neraka, aku suka makan bangkai, aku bersaksi terhadap apa yang tidak aku lihat, aku tidak takut kepada Allah, aku shalat tanpa ruku dan sujud, aku tidak menyukai kebenaran dan aku menyukai fitnah.”

Awas! Berhati-Hatilah dengan Pikiranmu



dakwatuna.com - Sahabat dahsyat, pernahkah sahabat mendengar potongan kalimat “Berpikir 1 Jam lebih baik daripada ibadah 60 tahun.” Kalimat yang sederhana tapi mengandung makna yang sangat dalam. Sekilas memang mempunyai arti yang biasa-biasa saja bahkan tidak mampu menggetarkan hati kita. Cobalah sahabat mengajak pikiran sahabat berkelana mengarungi makna yang terkandung dan memetik hikmah yang terdapat di dalamnya. Sungguh luar biasa.., sepotong kalimat yang mampu menusuk kalbu dan mengusik nurani. Bagaimana tidak, bayangkan sahabat dahsyat, hanya dengan berpikir 1 jam mampu mengalahkan ibadah 60 tahun. Oleh karenanya berhati-hatilah dengan pikiran sahabat.
Pikiran adalah karunia Sang Maha Pencipta. Pikiran diberikan kepada kita agar kita mampu menjalankan tugas kita di muka bumi ini sebagai khalifah. Pikiran itu dapat kita gunakan untuk mencari solusi dari permasalahan yang kita hadapi. Kita mengakui bahwa kita diberikan pikiran oleh Sang Maha Pencipta namun kita harus mengakui pula bahwa banyak di antara kita yang tidak mampu berpikir. Berpikir dalam arti memaksimalkan potensi pikiran yang kita miliki agar apa yang menjadi mimpi besar kita dapat tercapai. Mungkin di antara kita banyak yang memimpikan kekayaan, hidup dengan segala kemewahan, dan apapun yang diinginkan selalu tercapai.

Amir bin Abdullah At-Tamimi

Tawadhu'nya Sufi Sejati

"Demi Allah, aku menangis bukan karena cinta dunia dan takut mati. Aku menangis karena panjangnya perjalanan dan sedikitnya bekal"

Salah satu tabi'in yang dikenal zuhud adalah Amir bin Abdullah At-Tamimi. Nama At-Tamimi pada akhir namanya merupa­kan penunjuk bahwa ia berasal dari Bani Tamim, suku Arab asli di Hijaz.

Pada waktu muda, dia mengabdikan dirinya dan sekaligus berguru kepada Abu Musa Al-Asy'ari, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang pada waktu itu menjadi gubernur Bashrah. Karena itulah, hidupnya hanya untuk beribadah, berjuang membela Islam, dan menuntut ilmu. Tiga hal itulah yangmembuatnya dikenal sebagai ahli zuhud di kota Bashrah.

Kehidupan Sufistik Sayyiduna Abu Bakar ash-Shiddiq


"Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya salat dan banyaknya puasa, tapi karena sesuatu yang bersemayam di hatinya." (HR at-Tirmidzi di an-Nawâdir dan al-Ghazali di Ihyâ' Ulûmiddîn)

Setiap malam Jumat, usai salat Isyak, tubuh yang dibalut jubah kasar itu duduk berzikir. Kepalanya menunduk sangat rendah sampai menyentuh lutut. Begitu khusyuk dan khidmat, tak sedikit pun bergerak untuk mendongak. Menjelang fajar terbit, kepalanya baru diangkat, menghela nafas yang panjang dan tersendat-sendat. Kontan, aroma di ruangan itu berubah. Tercium bau hati yang terpanggang.

Buku Cinta Bagai Anggur : Pendidikan Hati

Cinta Bagai Anggur
suluk.blogsome.com
Dikutip dari sebagian isi Bab III buku “Cinta Bagai Anggur”, dengan seijin penerbit.
Judul: “Cinta Bagai Anggur: Tuangan Hikmah Dari Seorang Guru Sufi di Amerika.”
Karya: Syaikh Muzaffer Ozak, dikompilasikan oleh Syaikh Ragip Frager
Alih bahasa: Nadia Dwi Insani, Herry Mardian, Herman Soetomo
Penerbit: Pustaka Prabajati


Tetapi apakah sebenarnya “diuji” itu? Seorang guru menguji para siswanya untuk mengetahui tingkat kemampuan mereka, mengetahui tingkat pemahaman mereka. Si guru tidak tahu sedalam apa para siswanya telah belajar. Tapi bukankah Allah mengetahui?

SETIAP nabi mempunyai tugas spesifik. Peran Nabi Isa a.s. adalah untuk menampilkan tiadanya kepemilikan dan kepedulian akan keduniawian.

Alam Semesta Adalah Guru Yang Bijak

Sebuah cerita penuh hikmah dari seorang sufi bernama Hasan. Tidak diketahui lebih jelas siapa Hasan yang dimaksud, tetapi semoga cerita ini bisa memberikan kita pemahaman untuk lebih memahami dan bertafakur akan lingkungan dan alam kita.

Tatkala seorang guru sufi besar Hasan, mendekati akhir masa hidupnya, seseorang bertanya kepadanya, “Hasan, siapakah gurumu?”

Jumat, 15 November 2013

Mulia Mana???


Di dalam dunia nyata atau pun dunia sinetron, pasti ada kata-kata begini "Dasar Manusia Berhati Binatang!!", yah Binatang yang jelas tidak tahu apa-apa ikut disalahkan, padahal jelas yang berbuat kesalahan manusia. 

Logika sajalah, sekarang mana ada binatang yang membunuh anaknya sendiri??, Mana ada binatang yang imbuh/ nambah makanan kala sudah kenyang??, hanya binatang yang bercinta tidak tau tempat, seekor kambing ya makanannya cuma rumput, seekor bajing makanan ya cuman kelapa, tapi kalau Bajingan sampai tanah-tanahnya dimakan.

Rabu, 30 Oktober 2013

Nasihat Untuk Putriku

 
Wahai putriku, aku masih teringat masa kecilmu, tampak kepolosanmu tanpa dosa. Terlintas dibenakku sebuah makna tanggung jawab. Dirimu pun akan selalu berkembang seiring berjalannya waktu. Dan tanpa terasa engkau telah di ambang kedewasaan. Tergugah kesadaranku bahwa tiba-tba dirimu dalam suasana yang amat menghawatirkan. Engkau berada pada zaman kejayayan iblis dan bagundal-bagundalnya dari bangsa manusia yang setiap saat siap hancurkanmu dengan segala yang dimilikinya. Zaman dengan budayanya dan zaman dengan pelaku-pelakunya. Maafkan aku dan mohonkan aku ampun kepada Allah jika ternyata aku pun kurang serius memperhatikanmu. Aku telah lalai membekalimu hal-hal yang amat kau butuhkan kelak di akhirat. Aku jarang memperkenalkanmu kepada Allah dan Rasulullah SAW. Sekolah yang aku pilihkan untukmu hanya sekolah yang menghantarmu berbangga dengan dunia tanpa aku imbangi dengan pendidikan agama, yang sebenarnya lebih engkau butuhkan. Bahkan, Aku sering sodorkan padamu hal-hal yang membahayakanmu. Aku telah memasukkan pesan dan bisikan musuh-musuhmu ke rumahmu. Aku telah hadirkan dalam kehidupanmu potret moral yang busuk melalui layar televisi yang kau nikmati setiap saat. 

Jumat, 11 Oktober 2013

Kemesraan Rasulullah SAW dan Aisyah



Suatu hari, beberapa orang laki-laki dari Habasyah datang ke Madinah. Mereka mulai bermain di masjid dengan rebana. Orang-orang melihat mereka dengan gembira.

Rabu, 09 Oktober 2013

Ahlul Hisap Udud, Antara Fisik dan Batin Wong Cilik di Jawa






Disukai atau tidak disukai. Diterima atau tidak diterima, benar atau salah, Udud (Rokok) telah mewarnai kehidupan wong cilik terutama di jawa. Secara kasat mata, aktivitas Ngudud (merokok) ini bisa anda temui dimana pun anda berada. Ada di ruang pribadi maupun ruang publik, di desa ataupun di kota. Dikonsumsi berbagai strata masyarakat, mulai dari masyarakat hingga pejabat, tua muda, si kaya dan si miskin, tak terkecuali para tokoh-tokoh agama dan kepercayaan di jawa. Gambaran kasar ini sama sekali bukan untuk menyatakan atau mengeklaim bahwa gaya hidup orang Jawa sangat dipengaruhi oleh rokok. Bukan. Bukan seperti itu. Sebab, tidak semua orang Jawa adalah perokok.

Senin, 07 Oktober 2013

Pakaian Akhir Zaman

pakaian'ne You Can See Bopudel (bokong pupu lan udel) | 
tungkak dijinjetno dengkol diciutno | 
bokong dijentitno, susu diunjukno | 
ndang mlakune klemer2 koyo macan luwe |
 Lembehane blarak sempal | 
dasar bangke'ane nawon kemit pundake nraju mas | 
rambut ngandan2 ngembang bakung | 
alis nanggal sepisan, mripat mbawang sebungkul | 
 pipi nduren sajuring | 
barang mesem mengenge ketok untune sak genteng genteng | :D
 #AkhirJaman